Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat ditemui awak media (istimewa)
Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat ditemui awak media (istimewa)

MALANGTODAY.NET – Momentum acara Gerakan Bersama Remaja Sehat dan Beretika (Gebras) dimanfaatkan Endang Listyowati, Ketua Puskesmas Janti, untuk menyampaikan usulan kepada Walikota Malang H. Sutiaji melalui Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Senin (7/1/2019) kemarin.

Bertempat di Gedung Serbaguna SMKN 1 Malang, Endang, sapaan akrabnya, menyampaikan bawah perlu adanya penambahan tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang Promosi Kesehatan (Promkes) di puskesmas-puskesmas se-Kota Malang.

“Iya, masih kekurangan ASN untuk tenaga Promkes. Pekerjaan promkes, kan, banyak sekali. Selama ini di-handle oleh masing-masing profesi. Misalnya bidan, selain sebagai bidan, juga melakukan Promkes, penyuluhan itu,” jelasnya.

Baca Juga  Penghargaan Pembina K3 dari Gubernur Jatim, Bung Edy: Ini Motivasi

Tugas Promkes diantaranya adalah melakukan promosi kesehatan, menyebarluaskan informasi kesehatan, penyuluhan kesehatan, dan lain-lain terkait kesehatan.

Banyaknya tugas Promkes tersebut, Endang menyayangkan kalau petugas puskesmas juga merangkap sebagai promkes.

“Kalau ada ASN Promkes, kan, pekerjaannya bisa maksimal,” jelasnya.

Selama ini, yang menjalankan tugas-tugas promkes adalah tenaga-tenaga non-ASN yang sifatnya hanya sementara alias kontrak.

“Adanya sekarang itu non-ASN, mereka memang sudah dilatih macam-macam, tetapi, kan, mereka ini kontrak, kalau suratnya habis, kan, keluar, eman. Kalau kita sudah punya tenaga sendiri, kan, tugas promkes itu bisa berjalan maksimal,” jelasnya.

“Harapannya bahwa adanya perekrutan tenaga promkes untuk mendukung kegiatan puskesmas. Selain itu, kalau ada tenaga promkes yang ASN, informasi kesehatan itu bisa tersampaikan dengan maksimal,” tambah perempuan yang mengaku lulusan perawat ini.

Baca Juga  Sutiaji-Edi Mendaftar, Massa Teriakan 'SAE'

Menanggapi usulan itu, Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko membenarkan kalau memang di pemerintahan saat ini kekurangan tenaga fungsional. Kekurangan itu tidak hanya di sektor kesehatan, tetapi semua, terutama guru.

“Selama 10 tahun terakhir, kan, tidak ada penerimaan ASN, sehingga kita kekurangan petugas. Sementara yang purna (pensiun, red) terus menerus berlanjut,” paparnya.

Sebagai langkahnya, pemerintah sudah menanggapi hal itu. Terbukti dengan adanya penerimaan ASN tahun kemarin.

“Saya kira bisa diusulkan, tinggal nanti bagaimana formasinya, kan, masing-masing punya formasi, termasuk promkes,” pungkas Bung Edi, sapaan akrabnya.


Reporter: Basri Masse
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.