Perwakilan GP Ansor dan Banser Kabupaten Malang mendatangi Polres Malang (Dhimas)
Perwakilan GP Ansor dan Banser Kabupaten Malang mendatangi Polres Malang (Dhimas)

MALANGTODAY.NET Polres Malang langsung menindaklanjuti laporan Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Malang perihal dugaan ujaran kebencian yang dilontarkan ustadz Sa’adullah Basani asal Pasuruan.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda membenarkan adanya laporan perkara dugaan ujaran kebencian itu. Sesegera, pihaknya bakal melakukan penyelidikan.

“Selanjutnya akan diselidiki dan dalami,” kata Adrian kepada awak media di Mapolres Malang, Sabtu (5/1/2019).

Tidak hanya itu, Polres Malang juga akan melibatkan ahli bahasa dalam perkara tersebut. Nantinya, ahli bahasa akan dilibatkan untuk mengidentifikasi perkataan Sa’adullah Basuni yang diduga mengarah pada ujaran kebencian.

“Kami akan berkoordinasi dengan ahli bahasa terlebih dahulu. Bukti laporan yang diserahkan kepada kami adalah potongan videonya,” terang Adrian.

Sebelumnya, Sa’adullah Basuni dilaporkan lantaran diduga menyebarkan ujaran kebencian ketika menjadi penceramah di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, September 2018 lalu. Hal itu diperkuat dengan beredarnya video yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim menyampaikan, dalam kegiatan ceramah di Desa Kidal tersebut, Sa’adullah secara gamblang menghina NU dan Banser. Bahkan, Sa’adullah juga menyebutkan golongan agama dan ras tertentu.

“Secara spesifik juga menghina Kyai Ma’ruf Amin sebagai PKI dan sebagainya,” kata Husnul.

Untuk melengkapi alat bukti, pihak pelapor juga menyertakan video ceramah Sa’adullah berdurasi sekitar dua menit. Selain itu, saksi dari Banser yang ada di lokasi ceramah juga dihadirkan untuk memperkuat bukti.


Penulis: Dhimas Fikri
Editor: Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.