‪Transportasi Online Vakum, Begini Tanggapan Sopir Angkot‬
Supir Angkutan Kota saat ditemui MalangTODAY.net (yoga)‬

MALANGTODAY.NET – Setelah transportasi online tidak beroperasi, ternyata memunculkan beragam pendapat dari para pengemudi Angkutan Kota (Angkot). Para sopir Angkot pun punya pendapat masing-masing.

Habib, salah satu pengemudi angkot jurusan Arjosari-Dinoyo-Landungsari (ADL) menyebut, setelah tidak adanya Go-Jek pendapatannya mengalami peningkatan. Penghasilannya meningkat, sehingga uang setoran ke pemilik angkut lebih cepat terpenuhi.

Supir Angkutan Kota saat ditemui MalangTODAY.net (yoga)‬

“Setelah ndak ada Go-jek, penumpang ada peningkatan. Kembali lagi seperti dulu sebelum ada angkutan online,” ujar Habib, saat ditemui di pertigaan Masjid Sabilillah, Jumat (23/2).

‪Sementara itu, supir angkot lainnya mengaku penghasilannya tidak mengalami perubahan setelah empat hari ditutupnya kantor Go-Jek oleh Pemerintah Kota Malang.

‪”Nggak ada pengaruhnya mas. Setorannya Rp 65 ribu per hari, tapi dapetnya antara 50-100 ribu. Kadang cuma buat setor saja,” ungkap Edo, supir angkot ADL.

‪Senada dengan Edo, Yono yang mengemudikan angkutan dengan jalur Arjosari-Gadang juga mengungkapkan hal yang sama. Bahkan ia mengungkapkan meskipun kantornya ditutup, Go-jek masih beroperasi seperti biasanya.

‪”Pancet sepi mas, Go-jek juga Saya lihat juga masih beroperasi. Buktinya penumpangnya tetap ndak ada,” jelas Yono, Kemarin (24/02).

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here