Karyawan yang menggelar aksi di depan kantor@Rahmat Mashudi Prayoga/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan PT Wiratanu Persada Tama (WPT), membuat puluhan karyawan kembali berdemonstrasi di depan kantornya, di Jalan Widas Utara, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (9/4).

Baca Juga: Buku Harian Ibu Hamil, Tekan Angka BBLR Bayi

Seperti halnya demo yang dilakukan Kamis (5/4) lalu, mereka menolak jumlah hitungan uang pesangon yang akan diberikan oleh pihak perusahaan. “Seharusnya saya mendapat pesangon sekitar Rp 70 jutaan, tapi hitungan perusahaan hanya Rp 58 juta,” kata salah satu pekerja, Herman (42).

Menurutnya, perhitungan sebesar Rp 70 juta itu berdasarkan masa kerjanya. Namun saat menanyakan ke pihak manajemen, lanjut dia, perhitungan itu sudah sesuai dengan ketentuan. “Yang dihitung (perusahaan) rata-rata mulai dari SK pengangkatan. Kalau saya segitu karena sudah bekerja sejak tahun 2011,” tutur pria yang bertempat tinggal di Lawang, Kabupaten Malang ini.

Sementara itu, Kepala Cabang PT. WPT Wiki Sugianto sebelumnya menjelaskan bahwa pesangon yang diberikan itu sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang ada. “Sebelumnya sudah kami lakukan sosialisasi. Tapi hingga 2 kali, masih belum memenuhi titik temu. Selanjutnya, diserahkan kepada Dinas terkait yakni Disnaker,” tandasnya.

Baca Juga: Begini Komentar Dikti Terkait Dugaan Plagiarisme Warek 1 UIN Maliki Malang

Lanjutnya, PHK itu dikarenakan mitra kerja perusahaan mengurangi jumlah pekerjaan. Sehingga, ada pengurangan tenaga kerja sekitar 30 persen yang terdiri dari bagian operasional dan kasir. “Perusahan kami bergerak dibidang jasa pelayanan, salah satu tugas pekerja adalah mengisi uang ke ATM. dari bank-bank mitra. Karena ada pengurangan, terpaksa kami lakukan PHK,” jelasnya.


Reporter: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor     : Endra Kurniawan

Loading...