Toko Kaset Musik Pertama (Nabiel)
Toko Kaset Musik Pertama (Nabiel)

MALANGTODAY.NET – Di tengah gempuran pemutar musik daring yang kini menjadi tren di kalangan anak muda, rupa-rupanya masih ada toko kaset menjual karya fisik dari artis lawas.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh tim MalangTODAY.net, kami menemukan ada toko kaset musik yang masih eksis di Kota Malang. Dilihat dari bangunannya, toko ini terbilang lawas. Ada papan untuk menandai bahwa bangunan tersebut menjual kaset.

Itulah toko kaset Pertama. Lokasinya berada di Jalan Zainul Arifin No. 102. Lebih tepatnya berada di utara Pasar Besar. Sayangnya, kami tidak diberi kesempatan untuk mewawancarai empunya. Namun berdasarkan informasi melalui Google Maps (4/2/2019), toko tersebut beroperasi setiap hari pada pukul 09.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Meski tak diminati oleh banyak orang sekarang, keberadaan toko kaset yang masih
beroperasi tersebut menandakan bahwa masih ada pelanggan yang membeli karya fisik. Menurut pengamatan kami, yang datang biasanya adalah orang tua yang ingin
mendengarkan tembang lawas. Ada juga kalangan dari anak muda yang mampir untuk mencari kaset dari lagu lawas yang ia suka.

Menurut informasi yang kami dapat, toko kaset ini menjual produk kaset yang cukup lengkap. Terdapat kaset-kaset yang tersusun dengan rapi di masing-masing raknya.

Salah satu anak muda yang sempat mampir pada toko kaset musik tersebut, Wato menuturkan bahwa dirinya sedang mencari koleksi album Dewa 19. Ia sempat mencarinya di beberapa toko kaset yang masih buka, namun belum menemukan yang sesuai.

“Kebetulan sedang mencari rilisan fisiknya Dewa 19 yang lawas-lawas mas, salah satunya Roman Picisan. Tapi sayangnya di sini sudah habis. Mungkin cari online kalau udah nyerah,” ujarnya saat diwawancarai seusai dari toko tersebut.

Animo generasi muda memang berkurang terhadap rilisan karya fisik dari artis. Hal ini dikarenakan mudahnya akses untuk mendengarkan lagu pada pemutar musik daring yang kini tersedia.

Meski begitu, adapula kalangan yang sengaja mencari rilisan karya fisik berupa kaset untuk dijadikan sebagai koleksi pribadi. Selain bisa didengarkan di rumah, mengoleksi secara fisik merupakan sebuah kepuasan tersendiri bagi mereka. (NAB/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.