Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Amran Lakoni bersama Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujang Supriadi (Fajar)
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Amran Lakoni bersama Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujang Supriadi (Fajar)

MALANGTODAY.NET – Menindaklanjuti kasus penjualan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, hari ini penyidik dari Kejaksaan Negeri Kota Malang telah merampungkan penyidikannya terhadap tersangka Natalia Christiana (47).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Amran Lakoni. Ia juga mengungkapkan bahwa berkas penyidikan telah dilimpahkannya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dan dalam waktu dua minggu, JPU akan merampungkan dakwaan terhadap tersangka.

Baca Juga  Dituntut Tiga Tahun Penjara, Ini Jadwal Sidang Abah Anton Selanjutnya

“Hari ini, kami serah terima tahap dua perkara korupsi aset atas nama tersangka NL. Beberapa waktu lalu, penuntut umum telah menyatakan berkas perkara penyidikan kasus tersangka NL ini telah dinyatakan lengkap atau P21,” ujarnya Kamis (24/1/2019).

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa tim penyidik juga menyerahkan tersangka beserta barang bukti berupa beberapa dokumen seperti surat, akta, dan sertifikat otentik, kepada jaksa penuntut umum. Serta pihaknya juga telah menunjuk beberapa orang jaksa senior dalam tim, untuk melakukan penuntutan terhadap tersangka.

“Selesai tugas penyidikan. Kami juga bentuk tim sebanyak lima orang jaksa-jaksa senior. Dalam waktu dekat akan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor di Surabaya. Sementara terdakwa kami titipkan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Malang, baru menunggu pelimpahan,” jelas Amran lebih lanjut.

Natalia sendiri dijerat Pasal 2 dan pasal 3 UU No 20 Tahun 2001 dengan ancaman maksimal seumur hidup, minimal empat tahun. Lebih lanjut Amran tidak memberikan banyak keterangan terkait kesaksian Natalia saat dilakukan penyelidikan, namun ia menegaskan akan menuntaskan kasus korupsi penjualan aset Negara tersebut hingga hingga tuntas tanpa pandang bulu.

“Siapapun yang terlibat (dalam kasus korupsi ini) akan kami sikat. Tidak peduli apakah status ASN atau lain. Kami selalu serius menangani perkara,” pungkasnya.

Selain itu Ujang Supriyadi, selaku Kasi Pidsus Kejari Kota Malang menambahkan tersangka diduga menyalahgunakan jabatannya sebagai notaris sehingga kasus jual beli aset milik Pemkot Malang tersebut seolah-olah adalah sebuah perjanjian keperdataan dan akhirnya mengakibatkan kerugian Negara.

“Ada kerugian negara di situ, tapi seolah-olah adalah perjanjian keperdataan,” kata Ujang.

Baca Juga  Ungkap Penjualan Aset Pemkot, 30 Saksi Diperiksa Kejari

Iapun menyampaikan bahwa pihaknya akan merampungkan surat dakwaan dalam tempo satu minggu ke depan, yang selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Sidoarjo.

“Jadi dalam tahap dua ini kan ada kewenangan penahanan 20 hari. Dalam proses itulah kami susun untuk dilimpahkan ke dakwaan. Satu minggu susun dakwaan, lalu kami limpahkan,” pungkasnya. (FAJ/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.