Hasil Tes Urine, 10 Persen ASN Kota Malang Ada Indikasi Obat Keras
Ilustrasi tes urine (ist)

MALANGTODAY.NET – Hasil tes urine, 10 persen ASN Kota Malang ada indikasi obat keras. Namun setelah ditindak lanjuti, ternyata obat tersebut bukan masuk dalam kategori penyalahgunaan narkoba. Pasalnya obat-obatan yang dikonsumsi tersebut merupakan obat nyeri dan sesuai resep dokter.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, AKBP Ir Bambang Sugiharto MSi menyampaikan, tes urine yang dilakukan pada sekitar 900 ASN di lingkungan Pemkot Malang tak satupun yang positif mengkonsumsi narkoba. Kalaupun ada indikasi obat keras, yang bersangkutan setelah diperiksa ternyata sebelum melakukan tes urine telah mengkonsumsi obat-obatan.

Salah satunya, lanjut Bambang, seperti mengkonsumsi obat sakit gigi dan obat flu dengan dosis tinggi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan ulang, para ASN Kota Malang tersebut dapat membuktikan melalui resep dokter dan obat yang memang tengah dikonsumsi.

“Jadi semua aman, tidak ada indikasi penggunaan obat terlarang dan narkoba,” katanya pada wartawan.

Lebih lanjut dia menyampaikan, tingkat kesadaran ASN di lingkungan kerja Pemkot Malang sangat tinggi. Dapat dilihat dari hasil tes urine yang semuanya negatif. Selain itu, dalam pemeriksaan yang dilakukan selama tiga hari secara berturut-turut, kesadaran melalui sosialisasi yang dilakukan BNN juga telah diikuti.

“Melakukan tes urine ini kan juga menjadi bagian dari amanat Mendagri, yang memang seharusnya dipatuhi para ASN,” tambah Bambang.

Dia juga mengingatkan, agar setiap elemen masyarakat tanpa kecuali ASN untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan. Karena masih ada juga toko obat yang belum berizin dan beroperasi. Ketika lalai, ditakutkan obat-obatan yang dikonsumsi itu masuk dalam kategori narkoba.

“Ketika memang ada yang kecanduan, sudah pasti akan kami rehabilitasi,” paparnya.

Tes urine yang dilakukan di lingkungan kerja Pemkot Malang itu sengaja dilakukan BNN pada awal pekan lalu. Sekitar 900 ASN mengikuti tes yang dilakukan secara mendadak tersebut. Sebelumnya, Walikota Malang, M. Anton pun memberi apresiasi terhadap langkah yang dilakukan tersebut.

“Kita jadi lebih tahu dan lebih waspada lagi dengan obat-obatan yang akan kita konsumsi,” jelas Anton belum lama ini. (Pit/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.