Kenaikan Tarif STNK dan BPKB untuk Menutup Hutang Negara?
Ilustrasi STNK (Yoga)

MALANGTODAY.NET – Kebijakan menaikkan tarif pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 mulai 6 Januari besok, menuai respon dari sejumlah masyarakat. Banyak diantara mereka yang merasa kecewa dengan keputusan tersebut. Tidak tanggung, kenaikan itu ada di kisaran tiga kali lipat dari tarif lama.

“Saya melihat permasalahan kenaikan biaya pengurusan STNK harus di kaji ulang, karena pemilik kendaraan bukan hanya masyarakat ekonomi kuat saja, ada juga dari masyarakat ekonomi lemah, saya kira semua kebijakan harus adil, dan adil tidak selalu sama, mungkin kenaikan bisa di terapkan hanya untuk mobil mewah karena saya pikir pemiliknya tida mungkin terberatkan jika melihat sisi konsumerisme yang tinggi.” kata Doi Nuri, warga Sukun, Kamis (05/01).

Hal serupa juga disampaikan Muhammad Taufik, warga kota Batu. Ia mengeluh karena kenaikan ini belum dibarengi maksimalnya pelayanan dan perbaikan infrastruktur. “Naik terus tapi pelayanannya masih lambat, ini kan nggak betul. Apalagi jalanan juga masih banyak yang berlubang dan dibiarkan, ini kan juga salah satu penyebab kerusakan kendaraan.” ujarnya.

Baca Juga : Awal 2017 Tarif Pajak Kendaraan Bermotor Naik, Ini Rincianya

Perlu diketahui, jika biaya penerbitan STNK roda dua dan roda tiga naik dari Rp50ribu menjadi Rp100 ribu. Roda empat atau lebih dari Rp75 ribu menjadi Rp200 ribu. Sedangkan untuk pengesahan STNK, yang sebelumnya gratis, akan berbayar Rp25 ribu untuk roda dua dan empat, dan Rp50 ribu bagi roda empat atau lebih.

Kebijakan ini dilakukan karena Pemerintah menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 250 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Target ini naik dari APBN-P 2016 sebesar Rp 245,08 triliun.

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here