Abah Anton Lega Transportasi Online Vs Tradisional Capai Titik Temu
Abah Anton @Rahmat Mashudi Prayoga/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Pilkada Kota Malang tahun 2018 sudah di depan mata. Namun sampai sekarang, petahana yang dipastikan kembali maju, yaitu M. Anton atau yang akrab disapa Abah Anton belum juga memperkenalkan calon pendampingnya. Lantas, seperti apa sebenarnya kriteria yang diinginkannya?

Sederet nama mulai dari Yaqud Ananda Gudban, Gufron Marzuki, Ahmad Wanedi hingga Canggih Sakina Hans sempat digadang-gadang menjadi calon pendamping dari pria yang akrab disapa Abah Anton itu. Namun pada akhirnya, tak satupun nama tersebut yang diumumkan secara resmi sebagai bakal wakil Anton.

Belum lama ini, bahkan Anton dan Nanda sempat dijodohkan untuk menjadi pasangan dalam Pilwali Kota Malang 2018. Namun karena lantaran ada beberapa persyaratan yang tidak dapat dipenuhi, Nanda pun memilih untuk mundur.

Menariknya lagi, Nanda saat ini sudah mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan. Meskipun sampai sekarang rekomendasi tersebut belum diserahkan kepada Nanda secara tertulis. Namun PDIP sudah menyatakan bahwa rekom diturunkan untuk pasangan Nanda dan Wanedi. Maka secara tidak langsung, koalisi besar telah berada di belakang Nanda. Diantaranya adalah Hanura, PAN, PPP, dan PDIP.

Dengan terbangunnya koalisi besar yang memberi dukungan kepada Nanda, kemungkinan koalisi Bangjo (PDIP dan PKB) masih belum dapat diprediksi. Pakar politik, Wawan Sobari menyampaikan, koalisi Bangjo masih terbuka.

“Masih ada kemungkinan kemungkinan, karena tidak ada yang pasti dalam politik,” terangnya pada wartawan.

Sementara itu, M. Anton sempat menyampaikan, jika calon pendamping yang ia harapkan adalah berasal dari kalangan milineal. Karena dia menilai, kalangan anak muda akan mampu menjaring aspirasi dari generasi penerus.

“Sekarang waktunya anak muda juga untuk berkiprah,” urai Anton.

Loading...