Tak Hanya Pemda, Bank Indonesia dan ISEI Akan Tingkatkan Sektor Pariwisata Malang Raya
Narasumber Forum Ekonomi Malang raya (FEM) bersama Sutiaji selaku Wali Kota Malang @Rosita

MALANGTODAY.NET – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang, juga Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Malang berkomitmen untuk bersama-sama dengan tiga Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata Malang raya.

Plt Kepala KPBI Malang, Taufik Saleh mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Forum Ekonomi Malang raya (FEM) merupakan salah satu bentuk komitmen dalam bersinergi mengembangkan pariwisata di Malang Raya dan sekitarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kepedulian Seni, Seniman Kota Malang Gelar Pameran Lukis

“Kegiatan ini adalah lanjutan dari Forum Group Discussion (FGD), para akademisi ini nantinya memaparkan riset mereka soal pariwisata,” ujarnya.

Taufik mengungkapkan bahwa pariwisata menjadi salah satu sektor yang diharapkan dapat memperkuat kondisi ekonomi Indonesia di tengah gejolak ekonomi global, dengan meningkatkan kujungan wisatawan asing yang diharapkan menjadi pemasukan devisa.

“Banyuwangi sudah bisa dijadikan contoh. Kondisinya sangat berbeda dengan 10 tahun lalu, kini pertumbuhan wisata bahkan mampu memacu dan merembet ke sektor-sektor lain,” tuturnya.

Taufik juga mengungkapkan keyakinannya, jika potensi Malang Raya akan dapat memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Jawa Timur tahun 2019, yakni 1 juta.

Senada dengan hal tersebut
Ketua ISEI Malang, Candra Fajri Ananda menjelaskan bahwa komitmen tiga Pemda tersebut akan sangat berpengaruh terhadap industri pariwisata.

“Pembangunan Malang Raya tidak bisa berdiri sendiri. Saat ini yang harus diunggulkan memang wisata, tapi yang menjadi catatan, adalah keterlibatan masyarakat lokal,” ujarnya.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Pangan, Pemerintah Canangkan Intensifikasi Lahan

Lebih lanjut, Candra juga semoat menyinggung terkait pengelolaan potensi wisata pantai di kawasan Malang selatan yang belum terkelola dengan maksimal.

“Banyak pantai tapi tidak ada standarnya. Makanannya, penginapannya, dan lain-lain. Bisnis pariwisata itu rentan dan terukur,” ucap Candra.


Reporter : Rosita Shahnaz
Editor : Kistin Septiyani

Loading...