Sutiaji Tegaskan Pemkot Malang Tak Cabut Izin Taksi Online
Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji Saat Bertemu Dengan Massa Demo Paguyuban Supir Angkot Menolak Operasional Transportasi Online (azmy)

MALANGTODAY.NET – Wakil Walikota Malang, Sutiaji menegaskan, Pemerintah Kota (pemkot) Malang sama sekali tidak mencabut izin operasional taksi online. Artinya, sampai saat ini, taksi online sifatnya masih status ‘quo’. Hal itu ia sampaikan, ketika usai menggelar konferensi pers di Universitas IKIP Budi Utomo Kota Malang, Rabu (27/9).

Pria berkacamata itu menyampaikan, sampai saat ini koordinasi untuk mengulas polemik taksi online dan taksi konvensional masih dilakukan. Pasalnya, pasca dicabutnya 10 poin dari pasal Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 tentang angkutan umum tidak dalam trayek oleh Mahkamah Agung belum lama ini, mengharuskan Kementerian Perhubungan untuk membuat aturan baru.

“Saya bilang hanya menutup sementara saja kantor taksi online. Bukan melarang, kan ini keputusannya belum final. Masih ada yang akan diperbarui,” katanya pada Wartawan, Rabu (27/9) di Kampus IBU Malang.

Menurutnya, sesuai peraturan perundang-undangan, pemerintah harus hadir untuk memberi keputusan final yang adil. Ada banyak pertimbangan yang harus digali dari segi pelaku industri taksi online, taksi konvensional, ataupun masyarakat sebagai konsumen.

Karena selama ini, lanjutnya, kebutuhan taksi online tak dapat dielakkan. Tak sedikit masyarakat yang merasa terbantu dengan kehadiran angkutan umum berbasis online itu. Namun sayangnya, memang belum ada aturan main yang jelas untuk dapat meredam persaingan diantara ke dua industri yang sama-sama bergerak dalam bidang transportasi itu.

Meskipun saat ini menurutnya akan diberlakukan tindakan tegas kepada para sopir taksi online yang bandel beroperasi, namun Pemkot Malang tak dapat sepenuhnya mencabut izin. Selama memang Kementerian Perhubungan belum menelurkan regulasi baru yang jelas.

“Pada dasarnya, pemerintah daerah ini hanya kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Tapi di sini, kami harus tetap hadir. Tidak bisa memukul tak adil, dengan memenangkan yang besar dan menggerus yang kecil,” tegas Sutiaji.

Sementara ketika disinggung terkait kesepakatan zonasi yang telah dibuat pada saat demo besar awal 2017, mantan anggota DPRD Kota Malang ini tak dapat berkomentar banyak. Dia memilih untuk menunggu hasil koordinasi yang saat ini tengah berlangsung antara Dishub Kota Malang, organisasi angkutan darat (Organda) Kota Malang, paguyuban taksi online, dan jajaran samping seperti kepolisian dan TNI.

“Kita tunggu hasilnya nanti kesepakatan barunya, kan sekarang masih berlangsung proses koordinasinya,” tambahnya.

Polemik taksi online ini memang sudah lama menimbulkan pro dan kontra. Awal 2017, para sopir angkot dan taksi konvensional melakukan demo besar dan mogok kerja selama dua hari berturut-turut. Sementara akhir September ini, tepatnya Senin (26/9), para sopir angkot tersebut kembali menggelar aksi yang sama di halaman Balaikota Malang.

Ribuan demonstran pun turun dengan memarkirkan kendaraannya di sepanjang jalan area Balaikota Malang dan gedung DPRD Kota Malang. Tuntutan mereka pun masih sama, yaitu pencabutan izin operasional taksi online di kota pendidikan ini.

Dalam kesepakatan awal yang dibuat pada saat demo pertama, terdapat sebuah kesepakatan bahwa taksi online diperbolehkan beroperasi di Kota Malang. Karena saat itu belum ada aturan jelas yang memperbolehkan atau melarang taksi online untuk beroperasi. Dengan syarat, taksi online hanya mengangkut dan memberhentikan penumpang di kawasan tertentu saja.

Sementara jalur yang dilarang seperti Stasiun Kota Baru, Pasar Besar, Alun-Alun Kota, hingga kawasan Malang Town Square (Matos). Setelah disepakati, zonasi tersebut dilakukan oleh pihak taksi online. Namun memang ada beberapa oknum yang melanggar dan memicu perselisihan baru. Hingga akhirnya, aksi mogok pun kembali dilakukan sampai kedua kalinya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.