Truk yang diduga menabrak korban Elkarin (yoga)‬

MALANGTODAY.NET – Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan mahasiswi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP), memunculkan versi berbeda. Sopir truk membantah kalau menabrak perempuan asal Trenggalek tersebut.

‪Saat ditemui usai salat di Kantor Unit Laka Polresta Malang, Puguh Helmi menbantah menabrak atau menyenggol korban. Kronologi yang disampaikan oleh para saksi dinianggap tidak benar.

Katanya, korban sudah tergeletak di jalan saat truk yang dikemudikan hendak lewat. Kendaraan jenis colt di depannya yang menabrak korban.

“Saya tadi tidak menabrak mas, yang menabrak mobil colt diesel di depan saya. Karena posisi korban sudah tergeletak, saya menghindar dengan banting setir ke kanan. Karena saksi berada di belakang saya, dikiranya saya yang nyrempet,” kata Puguh Helmi.

‪Menurutnya, ia terpaksa ikut pihak kepolisian karena didesak oleh saksi yang mengejar dan menghentikan laju kendaraannya. Dirinya terpaksa saja mengaku karena terdesak oleh saksi yang saat kejadian berada di belakang truk.

‪”Saya tadi sudah berada sekitar setengah kilometer dari lokasi jatuhnya korban. Karena tadi dipaksa untuk berhenti sama saksi akhirnya saya ikut saja,” ungkap sopir asal Jombang itu.

‪Seperti diketahui, kecelakaan tersebut menewaskan Elkarin Nuri Renisa (20), yang beralamat di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

‪”Masih belum, masih akan kami dalami (kejadiannya),” kata Kanit Laka Polres Malang Kota, Iptu Junaidi.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here