Sulap Kedelai Jadi Aneka Jenis Olahan, dari Tahu Sampai Isotonik
Pelatihan pemanfaatan kedelai untuk masyarakat prasejahtera oleh Dinas Sosial Kota Malang (Ist)
ads

MALANGTODAY.NET – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang menggelar pelatihan bagi masyarakat prasejahtera. Kedelai pun disulap menjadi tahu hingga minuma isotonik. Pelatihan yang digelar di Aula Kantor Dinsos itu diikuti oleh 25 peserta dari lima kecamatan.

Kasi Pemberdayaan dan Kelembagaan Dinas Sosial, Indra Setiowati mengatakan, pelatihan tersebut dibuat khusus untuk penyandang masalah kesejahteraan. Para peserta yang ikut serta pun sebelumnya telah diseleksi terlebih dahulu, untuk mencari yang memang sesuai dengan kriteria.

“Awal peserta yang diajukan 50 orang, tapi untuk pelatihan kali ini terpilih 25 orang,” katanya pasa wartawan, Senin (23/10).

Pelatihan yang sepenuhnya menggunakan dana dari cukai itu menurutnya konsentrasi pada tiga program. Pertama pelatihan dalam bidang kecantikan, pengolahan kedelai, dan terakhir pemanfaatan limbah. Setiap pelatihan kebanyakan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat prasejahtera.

Tujuannya, lanjut Indra, tak lain adalah untuk menambah wawasan peserta. Sehingga, ada upaya untuk membantu peningkatan taraf ekonomi bagi keluarga prasejahtera. Karena selain pelatihan, beragam alat seperti kompor dan perlengkapan dapur nantinya akan diberikan kepada peserta.

“Jadi bisa dibuat untuk jualan. Kalau seandainya mereka diminta membuat dan mencari modal sendiri, tentu akan kesusahan,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pelatiham yang dilakukan selama enam hari berturut-turut itu juga mengajarkam beragam jenis olahan. Seperti membuat tahu, kecap, memanfaatkan setat tahu untuk diolah menjadi nugget atau kaki naga dan perkedel. Sedangkam air tahu disulap menjadi bandrek juga membuat kedelai sebagai susu kedelai.

“Dan ini hari pertama pelatihan, masih akan berlangsung sampai beberapa hari ke depan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, instruktur pelatihan dari Inspiring moslem enterpreneur, Nana lomikar menambahkan, dalam pelatihan tersebut, para peserta akan diajak menggali potensi yang ada dari sebuah kedelai. Mulai dari tata cara mengolah kedelai menjadi tahu hingga memanfaatkan sari dari tahu sebagai olahan yang lezat dan menggugah selera.

“Jadi semua dimanfaatkan, sampai dengan seratnya,” terangnya lagi.

Total, lanjutnya, ada 25 jenis olahan yang akan diperkenalkan selama enam hari berturut-turut. Sehingga, para peserta nantinya dapat memanfaatkan setiap ilmu yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Karena bahan dalam pelatihan sendiri cukup ekonomis dan dapat diperoleh dengan mudah.

Pelatihan itu pun diapresiasi oleh peserta yanh mengikuti. Salah satunya disampaikan warga Arjosari, Mamik yang merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Karena ia dapat mengembangkan pola jualan yang sedang ia geluti saat ini.

“Jadi nanti saya bisa jualan hal-hal yang baru, karena di sini diajari dengan beragam jenis olahan baru,” pungkasnya. (Pit/end)