Potret pengembangan Pantai Ungapan oleh UKM FDI UMM (Ukm FDI UMM for Malangtoday.net)

MALANGTODAY.NET – Setelah sukses dengan pembenahan yang dilakukan di Kampung Warna-Warni Jodipan (KWWJ) Kota Malang, kini mahasiswa Universitas Muhammadiya Malang (UMM) mulai membidik Pantai Ungapan sebagai target berikutnya.

Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Ilmiah (UKM FDI) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Mereka memanfaatkan potensi termasuk keunikan salah satu destinasi wisata di Malang Selatan yaitu Pantai Ungapan.

Ketua tim pengabdian masyarakat UKM FDI, Agung Kariono menjelaskan, pengabdian masyarakat tersebut terselenggara karena bantuan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Belmawa Ristekdikti) melalui programnya yaitu Program Hibah Bina Desa (PHBD).

“Dari 300 proposal yang masuk ke Belmawa Ristekdikti hanya 120 tim yang lolos termasuk salah satunya UKM FDI ini,” jelas Agung, Rabu (1/3).

Menurutnya, Belmawa Ristekdikti,memberikan dana kepada UKM FDI sebesar Rp 40 juta untuk melakukan pengabdian di tempat yang sesuai dengan proposal, yaitu Pantai Ungapan.
Sementara berdasarkan hasil survey, Pantai Ungapan merupakan satu satunya pantai yang menjadi pertemuan antara laut dan sungai. Muara tersebut biasanya dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berenang karena arusnya yang tidak terlalu deras.

Selain itu, lanjutnya, Pantai Ungapan merupakan destinasi wisata yang tidak terawat dengan baik awalnya. Sampah berserakan, dan tepi pantai terlihat sangat kotor. Akibatnya wisatawan enggan singgah ke pantai tersebut.

“Akhirnya kami berfokus pada pengolahan limbah yang dapat menaikkan perekonomian masyarakat di sekitar pantai,” ungkap mahasiswa prodi Teknik Industri UMM tersebut.
Lewat program Limbahku Berkahku itu, UKM FDI melakukan berbagai program untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

Sebab ia merasa, apabila tidak ada wisatawan otomatis perputaran ekonomi dibdalamnya tak akan berjalan lancar.

“Maka dari itu kami membuat strategi untuk meningkatkan perekonomian dengan pengolahan sampah,” papar Agung.

Dia juga menjelaskan, beberapa program yang dilakukan di antaranya pelatihan pengelohan sampah dan penerapannya. Pengelohan sampah yang dilakukan yakni menjadikan sampah yang ada di pesisir pantai menjadi pupuk tanaman.

Selain itu, untuk menarik kembali pengunjung dibuatlah ikon baru untuk pantai tersebut berupa tulisan Pantai Ungapan yang dibalut warna merah berdiri di daerah pesisir pantai.

Dengan dipasangnya ikon tersebut, wisatawan ditargetkan dapat lebih tertarik lagi datang ke Pantai Ungapan karena ikon tersebut dapat terlihat dari ujung jalan.

Tidak hanya pantai yang direvitalisasi, UKM FDI menurut Agung juga memperbaiki tempat wisata Gunung Getun yang berdekatan dengan pantai. Menaiki Gunung Getun tidak terlalu sulit, tingginya hanya 50 meter. Dari atas Gunung Getun dapat terlihat bentang pemandangan disekitar Pantai Ungapan dan Pantai Bajul Mati.

Gunung Getun (Ukm FDI UMM for Malangtoday.net)

“Kami juga memasang ikon dengan tulisan ‘Gunung Getun’ di atasnya, jadi wisawatan tertarik naik dan berfoto diatas gunung,” pungkas mahasiswa asli Malang ini.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here