Tolak Penggusuran Sub Terminal, Puluhan Supir Angkot Demo
Deretan angkot yang berjajar rapi di depan Balai Kota Malang (Rosita)

MALANGTODAY.NET – Pasca dibukanya tol Pandaan-Malang, kondisi Malang diprediksi bakal menjadi lumbung mobilitas banyak orang. Bukan hanya hal wisata, tetapi pengusaha dan investor juga dimungkinkan meningkat.

Jika peningkatan itu terjadi, maka akan muncul kemacetan yang semakin mengular. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Malang akan membangun strategi salah satunya di kawasan keluar-masuknya tol.

Baca Juga  Perlu Diingat! Lakukan Ini Jika Terjadi Gempa

“Nantinya kita lakukan peningkatan dan reklasifikasi status dan fungsi jalan. Semaksimal mungkin jalan-jalan itu diperlebar, memperlandai alignment, agar arus pergerakan ini minim tunggahan dan pergerakan di dalam kota juga lancar,” ucap Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang), Erik Setyo Santoso, saat ditemui usai mengisi acara Seminar Governance 3 dan Kuliah Tamu di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Senin (11/2/2019).

Kepala Barenlitbang Kota Malang, Erik Setyo Santoso saat ditemui media usai acara (istimewa)
Kepala Barenlitbang Kota Malang, Erik Setyo Santoso saat ditemui media usai acara (istimewa)

Selain perkara infrastruktur, Erik juga menyinggung tentang transportasi umum. Dengan penyesuaian daerah, tidak menutup kemungkinan bahwa akan dikembangkan transportasi massa modern.

“Kebetulan saat ini, kan, kita sudah melakukan kerja sama Malang Raya. Nantinya dari kerja sama itu, akan ada turunan yang lebih spesifik, salah satunya transportasi massa,” jelasnya lebih lanjut.

Sebab itu, mulai diwacanakan akan ada pembentukan Badan Pengelolah Transportasi Malang Raya.

“Iya masih wacana. Supaya kebijakan transportasi Malang Raya bisa terpadu lagi,” paparnya.

Namun, meski akan diusulkan kebijakan ini tapi yang terpenting adalah bagaimana mengubah pola pikir masyarakat bahwa menggunakan angkutan umum itu hal yang biasa. Bukan perkara yang bisa menurunkan gengsi.

Baca Juga  Membawa Dampak Positif, BI Dukung Perkembangan Online Shop

“Karena kalau orang lebih nyaman naik kendaraan pribadi, berapapun akses infrastruktur yang disediakan, tidak akan cukup,” jelasnya lebih lanjut.

Salah satu upayanya adalah dengan menerapkan kawasan 3 in 1. Artinya dalam satu kendaraan berisi tiga orang. Bisa juga pemberlakuan plat ganjil-genap.

Saat ditanya apakah hal itu bisa juga diterapkan di Malang, Erik mengiyakan. “Ya, kenapa tidak bisa,” ucapnya. (BAS/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.