Almarhum Rudy Satrio Lelono, pendiri Arema Voice @ist
Almarhum Rudy Satrio Lelono, pendiri Arema Voice @ist

MALANGTODAY.NET – Warga Malang telah kehilangan satu sosok budayawan penting yang sangat berpengaruh pada perkembangan Kota Malang. Rudy Satrio Lelono, atau yang sering disapa Sam Idur, telah tutup usia pada Jum’at (22/3/2019).

Perginya Sam Idur tentunya meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan para sahabatnya. Pasalnya, Sam Idur merupakan sosok dibalik berdirinya Arema Voice, yang sarat dengan lagu-lagu semangat perjuangan arek-arek Malang

“Kota Malang kehilangan sosok seperti Rudi. Sam Idur sendiri adalah salah satu pendiri Arema Voice. Dia selalu sarat dengan sesuatu yang baru, yang kreatif. Pasti itu. Dia sosok yang tulus. Masak pernah bicara soal uang? Tak pernah. Tak pernah kita ngobrol yang galau-galau dengan Sam Idur,” jelas Vokalis Arema Voice, yang juga merupakan sahabat dari Almarhum Rudi, Wahyu GV, saat menyambangi rumah duka di kawasan Sukun, Kota Malang.

“Kalau berbicara Malang dan kreativitasnya, ya Rudi,” imbuhnya.

Almarhum Rudi dikenal sebagai seorang penulis dan pencipta lagu-lagu legenda Arema. Karya-karyanya pun sampai saat ini selalu berhasil membuat semangat para Aremania berkobar untuk mendukung tim sepak bola kebanggaan masyarakat Malang, Arema FC.

“Karya-karyanya seperti lagu ‘Kami Tetap Ada’, itu membuatnya cuma sehari, subuh-subuh sama saya yang main gitar, itu luar biasanya Rudi. Lagu lainnya yang berjudul ‘Tegar’, ‘Singa Bola’, ‘Mereka Bukan Kita’, ya album pertama semua dia (almarhum yang membuat lagu)” tambah Wahyu GV mengenang almarhum.

Seorang Pemikir

Lebih lanjut ia pun menjelaskan bahwa sosok Sam Idur juga merupakan sosok pemikir yang kritis. Ia menceritakan bahwa semasa hidup, almarhum juga tak jarang mencetuskan gagasan-gagasan baru, untuk kemajuan Bhumi Arema ini terutama dalam hal kebudayaan.

“Almarhum juga pernah berkata bahwa ia capek lihat Malang yang gini-gini saja. Banyak ketidakpuasannya di Malang, karena banyaknya potensi yang dinilainya harus dikembangkan untuk kebaikan Malang. Maka dari itulah selalu ada pemikiran baru dari almarhum. Ayo bikin ini, ayo bikin itu, itulah Sam Idur. Satu hal yang belum tercapai hingga ia dipanggil adalah, keinginannya untuk membuat album Arema Voice yang melibatkan semua personil,” tutupnya.

Selain karya-karya berupa lagu yang mendarah daging di hati para Aremania, karya jurnalistik almarhum juga kental dengan budaya Malangan. Salah satu karya Almarhum yang sampai saat ini dapat dijumpai di MalangVoice adalah ‘Paitun Gundul’, cerita rakyat yang selalu menggunakan bahasa ‘terbalik’ khas bahasa sehari-hari masyarakat Malang. (Faj/Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.