Pemerintah Finalisasi Peraturan Transportasi Online, Begini Rinciannya
Ilustrasi Taksi Online (TaxiMobility)

MALANGTODAY.NET – Gesekan antara sopir angkutan umum konvensional dan transportasi online di Kota Malang terus memanas sejak beberapa pekan terakhir. Alhasil, penumpang dan para sopir itu sendirilah yang merasakan getahnya.

Karena selain tak bisa beroperasi dan beraktivitas seperti biasanya, beberapa sopir taksi online ternyata harus bersandiwara ketika hendak menjemput pelanggan.

Kejadian itu pun terpaksa dilakukan, karena tak hanya menghormati sopir konvensional, tapi juga menyangkut keselamatan pribadi sopir beserta penumpang.

“Karena beberapa hari terakhir kan sangat santer diperbincangkan, dan sempet ngeri juga sih,” kata AN, salah satu sopir taksi online di Kota Malang, Senin (20/2).

AN bercerita bahwa beberapa hari lalu sempat berpura-pura menjadi anggota keluarga salah satu penumpang yang menggunakan jasanya. Sebelumnya, ia pun menyampaikan kondisi tersebut dan dipahami oleh si penumpang yang setuju berpura-pura menjadi pamannya.

Kejadian tersebut menurutnya terjadi ketika ia harus menurunkan penumpangnya tersebut di Stasiun Kota Baru. Sebab sebelumnya dia juga sempat melihat kejadian lumayan anarkis yang dilakukan kepada sopir taksi online.

“Jadi waktu itu saya bilang sama penumpang untuk pura-pura jadi paman saya. Ketika turun dan mobil pintu saya buka kemudian saya cium tangan dan peluk beliau, dan saya bilang, hati-hati di jalan ya om. Lalu saya langsung deh cepet-cepet pergi,” terangnya panjang.

Kejadian itu menurutnya sangat membuat ia dan rekan-rekan lainnya tidak nyaman dan terus was-was. Terlebih dengan adanya demo besar yang terjadi hari ini (20/2) ia diharuskan untuk istirahat sementara waktu sampai kondisi kembali pulih seperti semula.

“Hari ini kita semua off, nggak tahu sampai kapan, dan ini sebenarnya sangat mengganggu,” terang pria muda ini.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here