Sopir Angkot Masih Berpikir Panjang Untuk Kembali Beroperasi
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Kusnadi dan proses rapat koordinasi bersama sopir angkot (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Setelah dua hari mogok, sopir angkot masih berpikir panjang untuk kembali beroperasi. Karena kesepakatan demi kesepakatan yang dibuat tidak satupun disetujui. Mereka terus menekankan, agar transportasi berbasis online benar-benar dihapuskan.

Pemerintah Kota Malang pun terus memberi pengertian, bahwa setiap upaya yang dilakukan harus terus bertahap. Bahkan Pemkot pun sudah menyebutkan bahwa angkutan berbasis online yang ada di Kota Malang saat ini masuk dalam kategori ilegal.

“Tadi, setelah melakukan pertemuan dengan Dishub Provinsi Jatim, disampaikan bahwa angkutan online yang terdaftar se-Jatim hanya 33 armada saja,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Kusnadi pada Media, Selasa (7/3).

Katanya, langkah penertiban transportasi berbasis online secepat mungkin dilakukan. Karena dinilai telah menyalahi aturan. Sehingga kecemburuan sosial antara pihak transportasi online dan konvensional bisa diselesaikan.

“Sudahlah, saya mengimbau agar masyarakat sekarang gunakan angkutan umum ya, biar tidak muncul kecemburuan sosial lagi,” tambah Kusnadi.

Sementara khusus angkutan ojek online, tambahnya, pemerintah akan segera berkonsultasi dengan pihak pemerintah pusat. Hal ini berkaitan dengan berbagai peraturan dan langkah yang harus diambil dalam menghadapi angkutan roda dua tersebut.

“Tapi dari segi angkutan umum seperti mikrolet juga harus diperkuat, dari segi keamanan, kenyamanan, dan fasilitasnya juga,” pungkas pria berkumis ini.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here