Anggota DMI Malang Raya berfoto saat acara Millenial Road Safty Festival berlangsung (Basri)
Anggota DMI Malang Raya berfoto saat acara Millenial Road Safty Festival berlangsung (Basri)

MALANGTODAY.NET Semarak acara Millenial Road Safty Festival, membawa kebanggaan tersendiri bagi Komunitas Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Malang Raya. Ketua DMI Kabupaten Malang, Abdul Wahid mengatakan cukup senang dengan acara yang diinisiasi oleh Polres Malang Kota tersebut.

“Senang sekali. Yang hadir ini sekitar 22, campur dari kabupaten, kota juga,” ucapnya saat ditemui di Gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya Malang, Jumat (25/1/2019).

Keikutsertaan DMI dalam acara ini tidak lain atas ajakan dari Federasi Otomotif Malang (FOM) yang banyak membantu para difabel dalam berkegiatan dan berkomunitas, termasuk mengadakan touring bareng.

“Kalau kita, dari DMI ini ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya otomotif ini selalu tidak lepas dari FOM. FOM itu Federasi Otomotif Malang, ketuanya Pak Jon, itu selalu diajak. Kita gabung cukup lama sejak 2011,” ucapnya.

Keterlibatan FOM memang sangat membantu DMI dalam urusannya dengan safety riding, pembinaan berlalu lintas, pembinaan organisasi, juga termasuk baksos. Salah satu bentuk nyata keterlibatan itu adalah pengurusan Surat Izin Mengemudi khusus kaum disabilitas atau yang disebut dengan SIM D.

“Kita juga punya SIM D namanya, dan di DMI Malang ini sudah mencapai 64 orang yang sudah mengadakan SIM D ini. Sejak 2011 sampai 2018, Pak Jon selalu mendampingi,” tuturnya.

Kehadiran komunitasnya ini juga sebagai bentuk kepedulian kepolisian kepada kaum difabel, selain pengadaan SIM yang khusus bagi mereka.

“Betul, undangan ini sebagai bentuk kepedulian dengan difabel. Kepolisian ini paham dengan teman-teman difabel, jadi ada sedikit kemudahan lah, termasuk ngurus SIM. Tapi teori dan praktiknya sama, hanya saja kita kolektif,” jelasnya.

Pria berkacamata ini berharap, “ada perhatian terutama dari segi kendaraan ini, kan, modifikasi sendiri, belum ada SNI, ada yang rem belakangnya enggak sesuai,” ujarnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Indria Sari, Sekretaris DMI Kota Malang. Wanita difabel ini mengatakan bahwa sebenarnya keikutsertaan ini berkaitan dengan sefty riding, agar para difabel tahu tata tertib berlalu lintas.

“Dan banyak hal lain juga, salah satunya ikut memeriahkan acara ini, sekalian bahwa disabilitas juga orangnya, ya, taat lalu lintas,” ucapnya saat ditemui di selah-selah acara.

Meski demikian, Bu Indri, sapaannya, mengatakan bahwa selama ini memang temen-temen DMI selalu menaati lalu lintas. “Tapi soal berkendara, alhamdulillah sampai saat ini kita selalu sefty,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan harapan bahwa, “semoga nanti ke depannya prasarananya untuk kepentingan umum bagi disabilitas lebih baik lagi. Sekarang, ya, sudah ada, tapi lebih bisa dipakai lagi,” ujarnya. (BAS/HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.