ilustrasi (istimewa)

MALANGTODAY.NET– Cara berkendara Wijaya Salim, 29, pria asal Probolinggo, ini tak patut dicontoh. Saat mengemudikan mobil, dia dalam kondisi mabuk alias teler.

Akibatnya dia menabrak pengendara motor hingga meninggal. Setelah itu, saat dilakukan pemeriksaan di Mapolres Malang Kota, Wijaya malah nuduh polisi mencuri handphone.

Ceritanya, Kamis pagi sekitar pukul 03.30, dia menyetir mobil Jazz N 1244 RD. Ada empat penumpang lain di mobil itu.

Dua cowok dan dua cewek. ”Mereka dari kafe Hugos,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Malang Kota Ipda Dedy Catur Wahono.

Sepulang dari kafe itu, mereka melaju dengan kecepatan tinggi. Begitu  sampai di persimpangan Sumbersari-ITN Jalan Bendungan Sutami, mobilnya oleng ke kanan.

Di saat bersamaan ada pengendara motor yang diketahui bernama Nuryanta, 57, warga Sumbersari, Kota Malang. Nuryanta mengendarai motornya N 6068 AY dengan pelan-pelan dan santai.

Lha tiba-tiba depan pom bensin, mobil dari arah Galunggung melaju kencang lalu motong jalan, ya nabrak pengendara motor,” kata Rizal, salah seorang saksi.

Dedy meyakinkan jika Wijaya menyetir dalam pengaruh minuman keras. Dedy menyebut, saat mobil tersebut melaju di kawasan tikungan SPBU, kemudi terlalu ke kanan.

Karena kecepatan mobil terlalu tinggi dan pengemudi sedang mabuk, mobil oleng. ”Mobilnya masuk jalur kanan, nahasnya ada pengendara motor,” jelasnya.

Kondisi korban

Usai menabrak, mobil masih melaju kencang. Namun, Dedy menyatakan, mobil tersebut langsung oleng kiri dan menabrak pagar rumah milik Santoso. Pengendara motor, Nuryanta, langsung mengalami luka-luka.

Korban mengalami luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). ”Kami langsung datang bersama warga melakukan evakuasi. Kalau orang-orang yang di dalam mobil ya tidak apa-apa, hanya lecet,” ucapnya.

Dia menyebut korban saat itu akan berjaga menjadi satpam di Universitas Negeri Malang (UM). ”Kami dikabari, sekitar pukul 07.30 pagi di rumah sakit, korban meninggal,” kata perwira satu setrip itu.

Saat ini, pihaknya mengamankan Wijaya sebagai tersangka. Pemeriksaan masih terus dilakukan. Dedy menyebut pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan 2 karyawan SPBU dan 1 mahasiswa.

”Tersangka dan barang bukti kendaraan kami amankan. Tersangka juga menuduh polisi mengambil handphone-nya saat dilakukan pemeriksaan,” terang Dedy.

 Pewarta : Fajrus Shidiq 
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.