Akuisisi Japan Tobacco Terhadap Gudang Garam Ancaman Bagi Buruh?
Ilustrasi Pekerja di rokok Indonesia (istinewa)

MALANGTODAY.NET – Sebanyak 10 persen perusahaan di Kota Malang belum menerapkan sistem gaji sesuai upah minimum Kota (UMK).

Total perusahaan yang beroperasi, hanya 72 persen yang menggaji karyawannya sesuai ketentuan, dan 18 persen memberi gaji UMK kepada separo karyawan dan sebagian lagi belum UMK.

“Maksudnya, andai kata sebuah perusahaan miliki 50 karyawan, 30 digaji sesuai UMK, sementara yang 20 karyawan tidak digaji sistem UMK,” terang Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kota Malang, Kasiadi kepada Media, Selasa (14/3).

Pihak Disnakertrans baru saja melakukan kajian lapangan terhadap 265 perusahaan dari total 900 perusahaan yang ada. Dari situ ditemukan, bahwa alasan perusahaan tak memberi gaji ada dua, yakni tidak tahu dengan peraturan baru atau memang merasa belum mampu secara finansial.

Sehingga, lanjutnya, pemerintah akan berupaya untuk memberi motivasi agar tahun ini semua perusahaan dapat memberi gaji sesuai ketentuan. Selain itu juga akan dilakukan sosialisasi serta pembinaan lebih intens lagi.

“Sepanjang 2016 belum ada penangguhan, dan setiap tahun kami harap gaji karyawan terus meningkat,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan, pemantauan akan terus dilakukan agar setiap perusahaan mampu menggaji karyawannya dengan pantas. Terutama perusahaan kecil yang akan terus dimotivasi, sebab kebanyakan yang belum sesuai dengan UMK adalah perusahaan kecil. (*pit/ags)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here