Sutiaji Harap Persema Jadi Inkubator Pemain Pemula, SAE Cari Payung Hukum Selesaikan Jembatan Kedungkandang
Wali Kota Malang, Sutiaji (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Hingga saat ini persoalan Jembatan Kedungkandang masih belum selesai. Masyarakat melihat dan merasakan, kebutuhan akan jembatan di daerah Jalur Lingkar Timur (Jalitim) kota Malang ini mendesak. Pada jam-jam sibuk, kemacetan hampir selalu terjadi di wilayah itu.

Begitulah keluhan warga Kedungkandang yang disampaikan kepada Sutiaji, calon Wali Kota Malang saat bersilaturahmi dengan warga Kampung Tematik Jahe Merah, RW 07, Kecamatan Blimbing pada Sabtu (28/4).

Baca Juga: Selain Diajak Keliling Dunia, Kamu Akan Dibayar Rp.54,9 Juta/Bulan! Kamu Mau Daftar?

Proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang terhenti sejak Juli 2013 dan akhirnya terbengkalai, setelah Pemkot Malang memutus hubungan kerja sama dengan pihak kontraktor PT Nugraha Adi Taruna.

Pemutusan hubungan kerja ini diduga terkait dugaan penyimpangan penggunaan anggaran proyek.

Menanggapi pertanyaan ini Sutiaji menyatakan, apabila terpilih sebagai Wali Kota nanti, ia akan menempatkan masalah ini sebagai prioritas pembenahan infrastruktur.

SAE Cari Payung Hukum Selesaikan Jembatan Kedungkandang
Jembatan Kedungkandang mulai terhenti pembangunannya sejak 2013 (Istimewa)

“Tentu pertama kali pemerintah kota Malang harus mencari payung hukum, misalnya  ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), guna mengetahui bisa tidaknya Jembatan Kedungkandang dibangun. Jika memungkinkan, pembangunan jembatan itu memang diselesaikan untuk kepentingan masyarakat luas”, ujar Sutiaji.

Persoalan jembatan Kedungkandang ini pernah menjadi objek penyelidikan KPK karena ditengarai berbau penyimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD.

Baca Juga: Ini Alasannya Manusia Lebih Bisa Berpikir Jernih Setelah Tidur

Selama tahun 2012, 2013, 2014, dan 2015, proyek pembangunan jembatan Kedungkandang dianggarkan pada APBD Kota Malang, dengan nilai yang berbeda.

Pada 2012, anggaran sebesar Rp 40 miliar. Pada tahun berikutnya, 2013, anggaran pembangunan Jembatan Kedungkandang sebesar Rp 48 miliar.

SAE Cari Payung Hukum Selesaikan Jembatan Kedungkandang
Saat silaturahmi ke kawasan Kampung Tematik Jahe Merah, Kecamatan Blimbing (Istimewa)

Lalu di tahun 2014, muncul lagi anggaran untuk proyek yang sama sebesar Rp 50 miliar. Kemudian, pada APBD 2015, muncul kembali anggaran sebelum Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) untuk proyek yang sama sebesar Rp 30 miliar.

Padahal, saat itu proyek pembangunan tengah diberhentikan akibat masalah hukum yang belum tuntas.

Baca Juga: Direktur MNC Media Ini Ternyata Asli Arek Malang

Seusai pertemuan, Sutiaji mengunjungi warga, Siti Solika (68 tahun) yang sedang menderita sakit komplikasi selama 6 bulan. Siti tinggal tepat di belakang Taman Bacaan Anggrek.

Kunjungan simpatik bersifat personal ini menjadi agenda paslon SAE sebagai bentuk kepedulian dan sambungrasa yang efektif untuk memahami kesulitan warga kota yang memerlukan bantuan.


Reporter: Andi Widarta
Editor: Annisa Eka Safitri

Loading...