SAE Berkomitmen Jaga Amanah dan Tidak Korup
Paslon SAE saat berkampanye di kelurahan Bunulrejo (istimewa)

MALANGTODAY.NET – Malang, 20 April 2018, Kesejahteraan sosial khususnya menyangkut layanan kesehatan masyarakat Kota Malang hingga saat ini masih belum mencapai 60%. Sekitar 400.000 orang masih belum tercover oleh jaminan kesehatan karena secara ekonomis mereka tidak mampu membayar premi BPJS.

Akibatnya, masih kerap terdengar kabar adanya penolakan dari rumah sakit terhadap warga miskin yang memerlukan layanan kesehatan. Kesulitan mengakses rumah sakit dari warga miskin ini menjadi salah satu fokus layanan publik yang akan dijadikan prioritas oleh Pasangan Calon SAE, Sutiaji-Edi.

Baca Juga: Skema Elektronik Jara Jitu SAE Pangkas Birokratisasi

Realita ini pula yang banyak dikeluhkan warga saat Sutiaji dan Edi berdiskusi dengan warga yang dikunjunginya selama kampanye yang hingga kini memasuki minggu ke sepuluh.

Dalam kunjungan Bung Edi di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing Malang Kamis, 19 April 2018, warga setempat masih mengeluhkan layanan publik yang berbelit-belit, sikap petugas yang tidak ramah, layanan kepada kaum lansia yang kurang baik, serta layanan dinas kependudukan yang terkesan tidak ada itikad untuk memberi kemudahan.

Kesan warga “Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah?” masih banyak dialami dalam mengurus kebutuhan mereka. Sikap seperti ini hrusnya sudah ditinggalkan.

Baca Juga: Mendagri Minta Kursi Pimpinan DPRD Kota Malang Segera Diisi

Menanggapi keluhan ini, Bung Edi, Calon Wakil Wali Kota Malang ini mengatakan, paslon SAE mengakui adanya kondisi SDM layanan publik yang belum terlatih dengan baik. Untuk itu dalam Tri Prasetya, Paslon SAE memprogramkan 400.000 warga yang belum tercover BPJS akan dibayarkan preminya oleh Pemkot Malang.

Sehingga 2019, apabila Sutiaji-Edi terpilih memimpin Kota Malang, tidak ada lagi warga Kota Malang yang ditolak rumah sakit saat memerlukan perawatan segera.

Bung Edi berpesan, salah satu kucinya adalah kehadiran warga di TPS pada 27 Juni 2018 untuk memilih paslon yang tepat sebagai Wali Kota/ Wakil Wali Kota Malang 2018-2023.

Baca Juga: Resmi, Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Ini Pada Arema FC

“Pilihlah paslon yang memiliki rekam jejak baik, peduli dengan warga, komunikatif dan koordinatif, memiliki integritas, bersih dari masalah hukum dan memiliki komitmen untuk tidak korupsi”, tutur Bung Edi


Reporter   : Andi Widarta
Editor        : Dian Tri Lestari

Loading...