RSIA Refa Husada Kolaps, Karyawan Gelar Unjuk Rasa Tuntut Gaji
Aksi Karyawan Yang Berunjukrasa di RSIA Refa Husada @Istimewa

MALANGTODAY.NET – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Refa Husada yang berlokasi di Jl. Mayjend Sungkono No. 9 RT. 005, RW. 004, Tlogowaru, Kedungkandang, Kota Malang, Senin (5/11/2018) didatangi masa yang diketahui merupakan karyawan rumah sakit tersebut.

Massa menggelar aksi unjuk rasa atas kasus kolapsnya rumah sakit ini yang berimbas pada kesejahteraan karyawannya. Massa menggelar aksi dengan spanduk dan pengeras suara agar dipenuhi atas tuntutan 16 karyawan RSIA Refa Husada yang telah dirumahkan dan tidak mendapatkan gaji pegawai sejak April 2017.

Baca Juga: BP2D Kota Malang Gelar Bimtek Penerimaan Pajak Daerah

Diketahui RSIA Refa Husada merupakan milik Abdul Malik Akmal yang tak lain adalah anak Bupati Jember Faida. Pihak Akmal diketahui tidak lama ini membeli dari pemilik lama. Kini, Akmal menjabat sebagai direktur rumah sakit menggantikan direktur sebelumnya.

Namun Akmal mengatakan tidak mengetahui proses transaksi jual beli itu antara pemilik lama dengan pihaknya. Di sisi lain, ia juga menegaskan kalau ibunya bukan pemilik RSIA Refa Husada karena dalam struktur organisasi juga dijelaskan tidak ada nama Faida.

“Saya no comment masalah itu. Bukan saya yang melakukan take over itu,” ujar Akmal saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (5/11/2018).

Ketua Umum Front Perjuangan Buruh Indonesia Luthfi Hafid menjelaskan bahwa para karyawan dirumahkan oleh pihak rumah sakit akibat kolaps. Situasi ini terjadi karena rumah sakit sepi pasien.

“Perusahaan ini kemudian merger. Baru berjalan 8 bulan, kawan-kawan dirumahkan. Secara hukum kawan-kawan punya hak karena tidak di PHK,” terang Lutfhi.

Dijelaskan Luthfi, awalnya RSIA Refa Husada adalah milik M. Kurdi. Kemudian merger dengan pihak lain yang tak lama setelah itu dibeli oleh Bupati Jember Faida.

“Dari M. Kurdi merger dengan pihak lain. Berjalan beberapa bulan lalu dijual ke Faida. Kurdi mengatakan tidak mem PHK karyawan. Jadi jelas,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Terkalahkan, MTD E-sport Juarai DG League Mobile Legends

Menanggapi tuntutan buruh yang berunjuk rasa, Akmal akan melakukan somasi kepada pemilik yang lama. Pasalnya, ketika ada transaksi jual beli dulu tidak dijelaskan oleh pihak lama adanya tanggungan hak terhadap sejumlah buruh.

“Pihak lama sudah memberikan surat pernyataan untuk menyelesaikan masalah yang timbul setelah take over. Saat itu tidak disampaikan ada tanggungan apapun, kami akan lakukan somasi,” pungkasnya.


Reporter: Andika Fajar Kurniawan
Editor: Raka Iskandar

Loading...