Rawan Bencana, BNPB Kota Malang Ajarkan Warga Ramal Cuaca
Pelatihan pengenalan cuaca untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan surat edaran bahwa wilayah Kota Malang, khususnya Jawa Timur sejak November ini sudah memasuki musim penghujan. Mengetahui akan potensi bencana yang tinggi, warga Kota Malang pun mulai dikenalkan aplikasi smartphone untuk ramal cuaca.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Malang, Indra Gita menyampaikan, dalam beberapa pekan terakhir Kota Malang sempat dilanda musibah longsor dan pohon tumbang. Untuk mengantisipasi dan menekan jumlah korban, pelatihan pun sengaja digelar.

“Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari 11 kelurahan di Kota Malang,” katanya pada wartawan, Rabu, (15/11).

Dalam pelatihan itu, menurutnya para peserta diajak mengenal lebih dekat cuaca yang terjadi di daerahnya untuk beberapa hari ke depan. Sehingga, ketika ada kemungkinan intensitas dengan curah yang tinggi, ada tindakan sejak dini yang dapat di lakukan.

Menurutnya, beberapa titik yang sangat rawan mengalami longsor menjadi perhatian khusus pemerintah. Terutama untuk daerah pemukiman yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Sehingga, warga diimbau untuk lebih waspada dengan kemungkinan bencana longsor.

“Dan dengan adanya pelatihan yang memanfaatkan beragam fitur yang ada di dalam aplikasi BMKG saya rasa sangat banyak membantu,” terangnya lagi.

Lebih lanjut Indra menjelaskan jika DAS Brantas merupakan kawasan yang paling rawan dibandingkan dengan DAS lainnya. Karena aliran dari Sungai Brantas sendiri lebih deras dibandingkan dengan su gai lain yang ada di kota pendidikan ini.

Sementara kawasan yang dialiri Sungai Brantas diantaranya seperti Kota Lama, Jodipan, Tunggulwulung, Penanggungan, Polehan, Dinoyo, dan Tlogomas. Pemukiman yang berada di sepanjang aliran Sungai Brantas pun selalu diperingatkan untuk lebih waspada terhadap kemungkinan bencana.

Selain memberi sosialisasi kepada masyarakat, menurutnya BPBD juga berusaha untuk terus siaga menghadapi potensi bencana. Kelurahan tangguh juga terus didorong untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. (Pit/end)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda