Ratusan pedagang Pasar Merjosari satroni gedung DPRD Kota Malang (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Gedung DPRD Kota Malang kembali didatangi Pedagang Pasar Merjosari. Mereka menuntut agar Pasar Merjosari menjadi pasar tetap, dan mengutuk keras proses ‘intimidasi’ yang dirasakan oleh para pedagang.

Dengan membawa berbagai spanduk bertuliskan penolakan kegiatan arogansi dan tindakan tak menyenangkan, para pedagang terus merangsek maju dan menyampaikan berbagai tuntutan.

“Pasar Merjosari RI Harga Mati,” salah satu tulisan spanduk yang dibawa oleh pedagang.

Koordinator massa, Sabil El Achsan dengan menggunakan alat pengeras mengatakan, kedatangan pedagang kali ini untuk menyatakan sikap, atas intimidasi yang dilakukan tokoh-tokoh Kota Malang. Mereka merasa telah menjadi korban dari kebijakan yang dibuat pemerintah kota.

“Seluruh pedagang Pasar Merjosari mau mencari rizki yang halal. Tapi kami diintimidasi para penguasa,” teriaknya menggunakan alat pengeras.

Menurutnya, keluarga besar pedagang Pasar Merjosari tidak akan melakukan hal yang anarkis. Selain itu juga menolak adanya tunggangan politik dari banyak pihak, serta memilih berdiri sendiri.

“Kami meminta dukungan dari anggota dewan yang memiliki kepedulian,” teriaknya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here