Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (berkacamata) foto bersama dalam acara Gebras di SMKN 1 Malang (Basri)

MALANGTODAY.NET – Puskesmas Janti begitu peduli dengan perkembangan remaja di Kota Malang. Pihak puskesmas tidak ingin para remaja mengalami reduksi moral, juga kesehatannya. Maka, hari ini, Senin (7/1/2019) Puskesmas Janti mengadakan kegiatan yang bertajuk Gerakan Bersama Remaja Sehat dan Beretika (Gebras).

Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna SMKN 1 Malang ini merupakan sosialisasi kesehatan remaja dan pemilihan Duta Kesehatan Remaja se-wilayah kerja Puskesmas Janti.

Baca Juga  Dikritik Netizen, Dinkes Minta Layanan Puskesmas Lebih Ramah

Sebagai upaya mendukung kegiatan ini, hadir pula Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Camat Sukun, kepala desa lingkungan kerja Puskesmas Janti, jajaran kerja Puskesmas Janti, dan perwakilan dari Karang Taruna Sukun.

Setelah menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Ketua Panitia, Endang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inovasi pendekatan dari permasalahan remaja yang terjadi saat ini.

“Gebras merupakan inovasi dari Puskesmas Janti dari permasalahan remaja saat ini. Maka perlu diadakan pendekatan komprehensif dari orang tua, guru, teman sejawat, maupun tokoh masyarakat agar menghasilkan remaja yang sehat dan beretika,” jelas Endang.

Suasana acara (Basri)
Suasana acara (Basri)

Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah mereka yang sudah terpilih dan berhak maju di pemilihan Duta Kesehatan, besok, Selasa (8/1/2019).

“Jadi ada sembilan sekolah SMK/SMA se-wilayah kerja Puskesmas Janti dan tiga delegasi dari Karang Taruna Sukun yang mengikuti kegiatan ini,” ujar Endang, selaku Ketua Panitia acara sekaligus menjabat sebagai Ketua Puskesmas Janti.

Para calon duta tersebut akan menjalani sejumlah tes untuk menjadi yang terbaik. Setelah terpilih, mereka akan menjadi pelopor kesehatan remaja di sekolah, masyarakat, maupun posyandu di wilayah kerja Puskesmas Janti.

“Setelah Duta Kesehatan terpilih, nantinya bisa melaksanakan pendidikan kesehatan di sekolah, masyarakat, maupun posyandu-posyandu. Otomatis sebagai tugasnya mendampingi kita terkait masalah-masalah konseling remaja. Permasalahan remaja nanti bisa disampaikan kepada duta remaja, kemudian tetap didampingi oleh kita. Dengan adanya duta remaja ini anak-anak bisa welcome terkait permasalahannya,” jelas perempuan lulusan keperawatan ini.

Di akhir sambutannya, Endang berharap acara semacam ini bisa meluas di Kota Malang. Artinya manfaatnya tidak cukup di wilayah kerja Puskesmas Janti saja, melainkan meluas se-Kota Malang.

“Ke depan harapan saya, bisa kepada Pak Wawali ini masuk di kegiatan Pemkot Malang sehingga nanti bermanfaat bagi masyarakat Malang,” pungkasnya.

Baca Juga  Layanan Buruk Puskesmas Janti, Dinkes Sebut Hanya Miskomunikasi

Sementara Wawali Kota Sofyan Edi Jarwoko mendukung adanya acara ini. Dukungan itu diwujudkan dengan kehadiran beliau untuk membuka acara ini.

“Ini adalah acara Gerakan Bersama Remaja Sehat dan Beretika, sebetulnya sama apa yang sedang digagas, dijalankan Pemkot dengan pendidikan karakter. Makanya ini sinergi yang usia dini dibina dengan pendidikan karakter, yang remaja diberi pemahaman pentingnya kesehatan, yang terpenting adalah etika. Boleh berpendidikan tinggi asal punya etika, bermoral, berwawasan tanah air, dan wawasan kebangsaan,” ujar Sofyan.

“Mereka-mereka ini bisa memberikan contoh di lingkungan masing-masing. Oleh karena itu saya menaruh atensi dan harapan dengan datang di kegiatan ini,” tambahnya.


Reporter: Basri Masse
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.