Prospek Industri Syariah Tinggi, Ini Tantangannya
Ilustrasi Keuangan Syariah © Okezone

MALANGTODAY.NET – Industri keuangan syariah di Indonesia tergolong anyar. Namun meski begitu, perkembangan keuangan syariah ini cukup pesat dan memiliki prospek yang cukup tinggi. Sayangnya, masih ada banyak tantangan baru yang perlu menjadi perhatian.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliawan D Hadad mengatakan, prosentase keuangan syariah saat ini tidak lebih dari lima persen dibanding keuangan konvensional. Namun pergerakannya cukup positif, bahkan Indonesia dapat dikatakan memipin keuangan syariah dalam kancah global.

“Tapi masih ada banyak tantangan yang harus menjadi perhatian,” katanya, Selasa (18/4).

Menururnya, beberapa tantangan tersebut seperti perlunya terus mendorong bisnis keuangan syariah. Sebab keuangan syariah tidak dapat berjalan tanpa adanya perputaran bisnis yang sehat.

Saat ini, lanjutnya, mulai banyak kecenderungan ekonomi syariah dalam berbagai lanscape yang perlu didalami dan dikembangan. Diantaranya seperti hotel syariah yang banyak berkembang, rumah sakit islam, sekolah islam, universitas islam, busana muslim, hingga makanan halal yang menjadi kegiatan ekonomi yang juga berpengaruh.

“Tantangan lain terkait kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi, serta variasi produk yang harus dikembamgkan,” tambahnya.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan,aksen keuangan syariah di masyarakat perlu di survei. Dalam survei terakhir yang dilakukan, masyarakat yang menggunakan jasa keuangan syariah 30 persen dikarenakan adanya dorongan emosional.

“Tapi juga masih ada yang pragmatis dan belum paham dengan keuangan syariah,” jelasnya.

Di sisi lain keuangan syariah di Indonesia juga cukup lengkap. Terdiri atas 13 bank umum, 21 unit usaha di bidang syariah, hingga ratusan yang bergerak dalam bidang saham. Sehingga, perlu ada peningkatan kualitas dari keuangan syariah.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here