Pihak kepolisian ketika menunjukkan barang bukti berupa sebuah mobil Avanza nomor polisi N 1154 CC, kepada awak media saat rilis yang digelar di depan halaman Polres Malang Kota, Selasa (812019). (Fajar)
Pihak kepolisian ketika menunjukkan barang bukti berupa sebuah mobil Avanza nomor polisi N 1154 CC, kepada awak media saat rilis yang digelar di depan halaman Polres Malang Kota, Selasa (812019). (Fajar)Pihak kepolisian ketika menunjukkan barang bukti berupa sebuah mobil Avanza nomor polisi N 1154 CC, kepada awak media saat rilis yang digelar di depan halaman Polres Malang Kota, Selasa (812019). (Fajar)

MALANGTODAY.NET – Satreskrim Polres Malang Kota berhasil menangkap dua orang pelaku penadah mobil rental yang digadaikan oleh penyewanya.

Kedua penadah tersebut adalah Agus Priono (AP) (32) warga Jalan Sekar Putih, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan M Khalid Edi (42) warga Jalan KH Malik, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi mengatakan kedua penadah tersebut membeli mobil tipe Avanza dengan nomor polisi N 1154 CC seharga Rp 30 juta dari Harianto. Status Harianto saat ini adalah Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia diduga sudah terkenal sebagai pelaku penggelapan mobil-mobil rental.

“Jadi Harianto ini menggadaikan mobil yang ia sewa tersebut kepada AP, dan AP membelinya dengan harga yang sangat murah untuk sebuah mobil baru keluaran 2017, yakni Rp 30 juta,” ucap AKP Komang Yogi kepada awak media saat rilis yang digelar di depan halaman Polres Malang Kota, Selasa (8/1/2019).

AKP Komang lebih lanjut menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula saat pemilik rental Masngudi (36) warga Jalan Simpang Janti Barat II, Kecamatan Sukun, Kota Malang menyewakan mobil miliknya kepada Agus Dwi Prayitno (ADP) pada tanggal 13 Desember 2018 lalu. Setelah itu, ADP menyewakan mobil tersebut kepada Syaifudin (DPO).

Sebelum akan menyewakan ke Syaifudin, ADP sudah memberitahu kepada Masngudi bahwa mobilnya telah disewakan. Ketika jatuh tempo, Masngudi meminta mobilnya tersebut dikembalikan, namun oleh Syaifudin malah digadaikan kepada Harianto yang selanjutnya digadaikan lagi ke AP melalui saudaranya MKE.

“Jadi intinya banyak yang terlibat dalam kasus ini. Menurut penuturan MKE, Harianto bersama dengan dirinya melakukan transaksi di depan GOR Ken Arok, Buring, Kota Malang,” imbuh Komang.

Barang bukti lain yang berhasil disita polisi yaitu satu unit handphone, satu unit sepeda motor, satu buah laptop, dan satu buah televisi.

“Keduanya ini memang spesialis penadah barang-barang curian. Untuk Laptop dan TV itu juga didapati dari rumah pelaku. Pelakunya sendiri masih dalam proses pencarian dan kasus ini akan kita kembangkan,” imbuhnya lebih lanjut.

Sedangkan untuk kedua penadah yang berhasil diringkus tersebut akan dikenai pasal 480 KUHP tentang penadahan atau pertolongan jahat dengan hukuman 4 tahun penjara.

“Kami juga akan terus mengembangkan kasus ini, karena kedua pelaku belum juga tertangkap sampai sekarang,” pungkasnya.


Reporter: Andika Fajar Kurniawan
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.