Pedagang Cilok Raup Untung Berlipat saat Demo Hari Buruh
Pedagang Kaki Lima (PKL) di sisi timur bundaran tugu @yoga
ads

MALANGTODAY.NET – Aksi demonstrasi ratusan buruh dan mahasiwa dalam memperingati May Day di Bundaran Tugu Kota Malang, dimanfaatkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk meraup keuntungan.

Bahkan mereka sudah menjajakan dagangan itu sejak dua jam menjelang aksi yang dilakukan oleh Front Pejuang Buruh Indonesia (FPBI) beserta mahasiswa. Seperti yang dilakukan Nala (60), penjual cilok yang tinggal di Jalan Muharto Kota Malang.

“Saya tadi jam 7 pagi sudah geser kesini karena diusir Satpol PP dari Patung Singa (Depan Stasiun Kotabaru). Katanya jam 9 sampai jam 12 ada demo, akhirnya kesini,” katanya saat ditemui MalangTODAY.

Menurutnya, kalau ada acara-acara besar seperti demo, keuntungannya melonjak hingga tiga kali lipat. Tiap harinya ia mengaku mengeluarkan modal Rp 150 ribu dengan keuntungan yang didapat hingga 4 kali lipat jika habis.

“Modal saya untuk jualan Rp 150 ribu. Kalau sepi biasanya hanya dapat Rp 200 ribu, tapi kalau banyak acara-acara seperti ini bisa dapet Rp 600 ribu. Alhamdulillah dengan demo ini banyak yang beli,” ungkap pria asal Madura itu.

Selain dari Bundaran Tugu, rencananya ia akan berjualan di sekitaran Stadion Gajayana karena ada pertandingan antara Persiba Balikpapan melawan Arema FC.

“Habis ini ke stadion biar cepat habis,” jelasnya.

Dari pantauan MalangTODAY, sebagian dari demonstran itu terlihat memburu jajanan yang disajikan para pedagang di sisi timur Bundaran Tugu. Mereka terlihat membeli dagangan yang dijajakan seperti cilok, es puter dan bakso.(yog/zuk)