Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Kota Malang Menurun
ilustrasi @nyokabar

MALANGTODAY.NET – DPRD Kota Malang mencatat, tren pertumbuhan realisasi pendapatan daerah Kota Malang cenderung menurun. Penurunan secara drastis terjadi pada tahun 2016, di mana nominal angka terus merangsek ke bawah sejak tahun 2012.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Laporan Khusus DPRD Kota Malang Terhadap LKPJ Walikota Malang Tahun Anggaran 2016 yang berlangsung pada Jumat (12/5), Sekertaris Dewan, Bambang Suharijadi menyebutkan pada tahun 2011 realisasi pendapatan daerah di Kota Pendidikan ini sebesar Rp 1,103 triliun atau tumbuh 11,6 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan pada 2012 pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 1,356 triliun (tumbuh 23 persen). Kemudian pada 2013 menjadi Rp 1,525 triliun (tumbuh 12,4 persen), di 2014 pendapatan daerah sebesar Rp 1,765 triliun (tumbuh 15,7 persen) dan pada 2015 realisasi pendapatan sebesar Rp 1,829 triliun atau tumbuh hanya 3,6 persen.

“Sementara pada 2016, realisasi pendapatannya sebesar Rp 1,741 triliun, atau megalami penurunan sebesar Rp 88 miliar (turun 4,88 persen),” jelasnya.

Tak hanya itu, Silpa tahun berjalan menurutnya juga masih cukup tinggi, dengan nominal cukup besar per tahunnya. Sehingga, menunjukkan Pemkot Malang belum mampu memaksimalkan pendapatannya untuk masyarakat.

Terlebih, lanjutnya, di tengah problem keterbatasan anggaran dan masalah pembangunan, dana yang tersisa dengan jumlah besar itu sangat disayangkan. Dewan pun menilai, Pemkot belum secara maksimal mengevaluasi masing-masing SKPD dalam menggunakan dan mengganggarkan sebuah dana.

“Program manajemen perbaikan anggaran sangat penting dalam hal ini,” tambahnya.(pit/zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here