Tahun Depan, Dinas Perpustakaan Kota Malang Minta Anggaran Rp 8 Miliar
Walikota Malang, Moch Anton ketika sidak ke Perpustakaan Umum Kota Malang dan berbincang bersama para disabilitas (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Inovasi layanan publik Kota Malang, Layanan Pojok Braile (Lapobra) ternyata mampu menyedot perhatian banyak kalangan. Buktinya, kali ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB) pun langsung bertandang dan belajar ke kota pendidikan ini.

Kabiro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB),Herman Suryatman yang datang bersama jajarannya mengatakan, inovasi baru yang ditunjukkan tersebut sangat patut diapresiasi.

Karena perpustakaan kota, lanjutnya, sangat jarang yang memperhatikan layanan khusus yang ramah bagi difable. Sehingga secara logika, apabila layanan sangat ramah pada difable, maka otomatis layanan kepada masyarakat umum pun akan lebih bagus lagi.

“Dan kalau nanti memang KemenPAN-RB memiliki perpustakaan seperti di Malang, maka kami akan mengetakan bahwa gurunya adalah Kota Malang,” katanya sembari tersenyum dalam pertemuan yanh dilakukan di Ruang Tumapel, Balai Kota Malang, Selasa (9/5).

Menurutnya, saat ini aparatur negara tidak hanya dituntut untuk hanya ramah, melainkan harus mengembangkan berbagai inovaai baru dalam melayani masyarakat. Berbagai perubahan harus siap dilalui untuk menggerakkan perkembangan yang ada.

“Dengan layanan publik seperti ini, maka secara otomatis akan sangat berpengaruh positif nantinya,” terangnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here