Peringatan Hari Pahlawan di Kota Malang Diwarnai Aksi Demo
Para demonstran yang tengah menggelar aksi di kawasan gedung DPRD Kota Malang tepat dalam peringatan Hari Pahlawan (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Usai digelar upacara Hari Pahlawan yang digelar di halaman Balaikota Malang pada (10/11) pagi, puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggeruduk gedung DPRD Kota Malang melakukan aksi demo.

Dalam aksi itu, para demonstran menjulangkan beragam tulisan protes sekaligus aksi teatrikal. Selain itu, sempat juga sampai dua kali para mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Namun pada akhirnya, aksi kembali berjalan dan dibubarkan setelah kurang lebih 1,5 jam digelar.

Korlap Aksi, Arizal Ilhami mengatakan, ada empat poin tuntutan yang sebenarnya dilakukan dalam mewarnai peringatan Hari Pahlawan itu. Setiap poinnya berkaitan dengan perilaku anggota DPRD Kota Malang yang mereka nilai tidak sesuatu dengan budaya Kota Malang sebagai kota pendidikan.

“Sangat memalukan karena hampir semua anggota dewan kita dipanggil sebagai saksi oleh KPK. Bahkan mantan Ketua DPRD nya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya pada wartawan usai menggelar aksi di kawasan Gedung DPRD Kota Malang.

Lebih lanjut dia menyampaikan, sebagai wakil rakyat, seharusnya para anggota DPRD Kota Malang lebih berpihak kepada rakyat. Anggota dewan harus bertanggungjawab secara moral dan menegakkan Undang-Undang Dasar (UUD), anggota dewan yang melanggar aturan juga seharusnya mundur dari jabatannya.

“Dan kami dari PMMI siap mengawal itu semua,” tegasnya.

Dia pun menilai, kondisi Kota Malang saat ini semakin memburuk saja dan tidak lebih baik dari sebelumnya. Dia juga merasa jika pemilihan yang dilakukan sangat sia-sia, karena anggota yang telah dipilih membuat kecewa masyarakat Kota Malang.

“Kita mau komitmen DPRD Kota Malang untuk menjaga moral. Sehingga Pancasila dalam sila kelima dapat disampaikan,” tambahnya.

Dari dulu sampai sekarang, menurutnya tak ada perubahan yang signifikan dengan Kota Malang. Karena beragam kebijakan yang telah dikeluarkan saat ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. (Pit/end)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda