Peran Pemuda Strategis Dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Foto: Indobesia Berdialog 2017 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama beberapa narasumber (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Era globalisasi seperti sekarang, para pemuda dituntut untuk mampu mandiri dan tidak tergantung dengan pemerintah. Permasalahan semakin kompleks dengan terbukanya ekonomi global.

Artinya, para pemuda harus bersiap sejak dini untuk menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan, sebagaimana cita-cita bangsa.

Anggota MPR RI Dr. Haji Saleh Pertaonan Daulay yang datang dalam acara Indonesia Berdialog UMM mengatakan, untuk membangun ekonomi berkelanjutan, Pemerintah Indonesia memang masih memiliki pekerjaan rumah besar. Angka kemiskinan masih sangat besar, mencapai 15,8 juta orang sepanjang 2016.

“Data tersebut didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia,” katanya, Selasa (14/3).

Sementara melalui program pengentasan kemiskinan melalui Kementerian Sosial, lanjutnya, pemerintah sepanjang 2016 masih menyentuh enam juta masyarakat. Sedangkan sisanya masih belum tersentuh sama sekali dan harus terus dimaksimalkan di tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, belum tersentuhnya masyarakat miskin secara total dikarenakan modal

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih belum maksimal. Sehingga pemerintah harus dapat membagi dengan benar sesuai dengan kebutuhan.

Saat ini pemerintah telah menganggarkan dana untuk masyarakat miskin melalui program PKH mencapai Rp 12 Triliun. Kemudian dalam bidang kesehatan sebesar Rp 31,8 Triliun dana yang dianggarkan, dan untuk program beasiswa tak kurang dari Rp 14 Triliun.

“Tiga sektor itu saja sudah mencapai berapa, itu belum bantuan beras miskin, subsidi pupuk, hingga subsidi listrik,” tegasnya.

Lewat modal yang belum maksimal itu, tambahnya, maka pemerintah harus lebih bekerja keras dalam mencapai pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Angka pengangguran sampai sekarang pun masih menjadi pekerjaan rumah.

“Terpenting, untuk investor yang masuk ke Indonesia harus mampu menarik pekerja lokal. Bukan malah membawa tenaga kerja dari luar negeri,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kombes Pol Drs. Herry S menambahkan, masalah utama yang harus dipersiapkan Indonesia untuk melangkah pada ekonomi berkelanjutan adalah kualitas sumber daya manusianya (SDM).

Sebab saat ini, daya saing masyarakat Indonesia, baik tenaga kerja ataupun produk yang dihasilkan masih sangat rendah. Berbeda dengan negara tetangga yang sudah bersiap dengan berbagai ancaman yang ada.

“Jadi kita harus bersiap sejak dini,” terangnya.  (ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here