Merasa Ada Kecurangan, Pengemudi Transportasi Konvensional Minta Ketegasan
Ilustrasi Tarnsportasi Online @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Masih terkait polemik transportasi online vs transportasi konvensional. Kali ini, perwakilan ketua jalur angkutan umum pun ikut angkat bicara.

Sama seperti Organisasi Angkutan Darat (Organda), mereka menuntut agar angkutan berbasis online dihapuskan di Kota Malang.

Perwakilan Ketua Jalur Angkutan Umum Kota Malang, Doger mengatakan, permohonan terkait penghapusan atau tindakan tegas kepada transportasi berbasis online sudah dilakukan jauh-jauh hari. Namun ternyata, hasilnya nihil sampai hari ini.

Bahkan sempat memunculkan persangka, bahwa pemerintah selalu terburu-buru mengeluarkan regulasi hanya ketika terjadi sebuah masalah.

“Sudah sejak lima bulan lalu kami melakukan pengaduan, karena ketika itu masih puluhan jumlah pelaku transportasi online. Kalau sekarang kan sudah ratusan bahkan ribuan, kan sudah semakin susah sekarang,” katanya, Senin (27/2).

Sementara terkait pandangan kemajuan zaman dan perubahan karena adanya kecanggihan teknologi, di pun tak menampiknya. Namun pihaknya tetap meminta agar pemerintah memberi ketegasan, bukan malah mengorbankan salah satu pihak saja.

“Revisi hukum juga harus dilakukan, jangan hanya terbuka dengan adanya perubahan,” paparnya.

Tidak hanya itu, dia juga menyampaikan alasan banyaknya keluhan yang datang dari pengemudi transportasi konvensional adalah adanya kecurangan yang dilakukan pengemudi online. Di mana order tak diambil berdasarkan aplikasi, melainkan memberi penawaran di pinggir-pinggir jalan layaknya transportasi konvensional.

“Coba saja itu dilihat di alun-alun atau pasar beberapa pasar, mereka menawarkan tidak melalui aplikasi, kan ini tidak fair,” jelasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here