Pemkot Malang Siap Bangun Islamic Center di Tahun Depan
Pembahasan draft laporan akhir oleh konsultan perencana (DED) Islamic Center Kota Malang (Pipit Anggraeni)
ads

MALANGTODAY.NET – Memasuki babak akhir pembahasan, proyek super besar Islamic Center Kota Malang siap dibangun tahun depan. Dalam tahap awal, pusat kajian Islam itu akan menelan dana Rp 45 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang, Hadi Santoso menyampaikan, anggaran yang disiapkan dalam proses pembangunan tersebut pada dasarnya bebbasis kinerja. Maka, sebagai awal pembangunan, maka ada zona khusus yang akan dipilih dan harus rampung dalam satu tahun anggaran.

Dalam tahap awal yang direncanakan mulai dilakukan pada awal 2018 itu, menurutnya zona tiga akan menjadi pertimbangan utama. Dalam zona tersebut, akan ada bangunan kantor, sarana pendidikan keislaman , hall, dan UKM. Zona tersebut kemungkinan besar yang akan dibangun dalam tahap awal dan disusul dengan zona lain di tahun berikutnya.

“Beberapa tahapan sudah dirampungkan, termasuk DED. Akan masuk babak pembangunan dengan tahapan barunya lagi nanti,” terang pria yang akrab disapa Sony itu pada awak media, Rabu (25/10).

Sementara itu, Wali Kota Malang, M. Anton menegaskan, dalam pembangunan yang tidak menelan biaya sedikit itu, dinas terkait dan juga Pemerintah Kota Malang pada umumnya akan mengedepankan transparansi pembangunan. Karena pembangunan Islamic Center itu ia nilai bukan buah pemikiran pemerintah, melainkan memang permintaan dari masyarakat sendiri.

Dia juga menyampaikan, efisiensi anggaran harus menjadi perhatian utama. Salah satunya dengan melakukan pembangunan yang dapat langsung dinikmati oleh masyarakat. Dia meminta, agar dalam tahap awal pembangunan yang dilakukan tahun depan, bentuk dari Islamic Center sudah tampak dan dapat dimanfaatkan.

“Minimal ada tempat yang dapat dimanfaatkan masyarakat meskipun belum selesai 100 persen. Agar tidak terkesan setengah-setengah membangunnya,” jelas pria yang akrab disapa Abah Anton itu.

Sekertaris Daerah Kota Malang, Wasto menyampaikan, proses pembangunan Islamic Center pada dasarnya sudah mengedepankan keterbukaan. Karena sejak awal menurutnya proses masyarakat sudah banyak dilibatkan. Dimulai dengan proses lomba desain dan setiap progres yang disampaikan secara langsung.

“Semua sudah dilakukan dengan sistem keterbukaan, dan diupayakan untuk selalu melibatkan masyarakat,” pungkasnya. (Pit/end)