Sutiaji menjadi pembicara di hadapan peserta disksi (Bob)
Sutiaji menjadi pembicara di hadapan peserta disksi (Bob)

MALANGTODAY.NET Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan Pemerintah kota (Pemkot) Malang akan memperbaiki sistem operasional perizinan usaha yang selama ini dirasa masih ruwet oleh pengusaha di kota Malang.

Hal itu ia sampaikan, ketika menjawab, pertanyaan seorang developer, Andri, yang meresahkan akan kerumitan sistem perizinan dalam diskusi publik dan desminasi, “Persepsi Publik dan Pelaku Usaha di Sektor Infranstruktur, Perizinan dan Kepabeanan Tentang Anti Korupsi Daerah”, di Hotel Sahid Montana, Jum’at (08/02/2019).

Sutiaji menjelaskan pihaknya saat ini mengembangkan sistem digital yang nanti akan membatu kinerjanya memantau birokrasi, khususnya dalam hal perizinan.

Selanjutnya, ia mencotohkan, sistem tersebut akan memunculkan notifikasi secara otomatis kalau ada proses di layanan publik yang tidak berjalan secara semestinya.

“Kita ini menuju sistem digitalisasi, nanti kalau ada laporan, langsung saya ada notifikasinya. Contohnya, kalau butuh waktu 3 hari tapi belum selsesai. Nanti bunyi hape saya, dan langsung saya ke lapangan”, jelas Sutiaji ke peserta diskusi yang hadir.

Sutiaji menjadi pembicara di hadapan peserta disksi (Bob)
Sutiaji menjadi pembicara di hadapan peserta disksi (Bob)

Selain itu, ia juga mengharapkan, masyarakat, untuk turut aktif melaporkan jika menemukan kerumitan di layanan publik. Namun, imbuhnya, jika masyarakat ingin melapor, Sutiaji mewanti-wanti untuk laporannya dilengkapi dengan data yang akurat.

“Seperti kasus pasar modern, saya langsung ke lapangan. Saya ini ingin langsung tau. Kalau datanya tidak faktual ya sulit untuk membuktikannya. Wa saya juga aktif. Tapi sekali lagi ada data yang jelas,” tutur alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.

Sesusai acara, Sutiaji menjelaskan upaya dari digitalisasi sistem tersebut merupakan tindak lanjut perihal lelang proyek di kota Malang yang rawan akan aktivitas korupsi.

Untuk itu, Sutiaji mengatakan, komitmen adalah kunci dalam memberantas korupsi di kalangan pejabat Pemkot tersebut. Dalam penuturunnya, ia menekankan bahwa ada cara selain sistem digitalisasi yaitu Aparatur Sistem Negara (ASN) nya.

“Komitmen itu diturunkan dari walikota sampai di bawahnya. Komitmen ada dua yaitu dari manusianya yang kita sudah lakukan brain washing kemarin tentang anti korupsi. Kedua, sistem yang saya jelaskan tadi kalau ada problem nanti langsung ada notifikasi di hape saya,” papar Sutiaji di depan awak media. (BOB/HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.