Pemkot Malang Masuk Nominasi Layanan Aduan Terbaik Nasional
Wali Kota Malang, Sutiaji (keempat dari kiri) dalam Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional 2018 @Istimewa

MALANGTODAY.NET – Pemerintah Kota  Malang (Pemkot Malang) terpilih menjadi salah satu nominasi instansi yang masuk dalam seleksi Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional 2018.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN RB, Diah Natalisa menyampaikan bahwa terdapat 25 instansi pemerintah yang melakukan wawancara dan presentasi dalam rangkaian Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional 2018, di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Baca Juga: Sharing Santai Soal Genre Musik Kota Malang di Coffee Music Sketching

Nominasi tersebut merupakan 25 instansi pemerintah yang terseleksi dalam pengelola pengaduan pelayanan publik terbaik. Yakni Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian PANRB, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), BPJS Kesehatan, PT. Pos Indonesia, Pemkot Malang, Pemkot Bandung, Pemkab Bojonegoro, Pemkab Banyuwangi, Provinsi Kalsel, Provinsi Jateng, Provinsi DIY, Provinsi Sumsel, Pemkot Semarang, Pemkot Banjarmasin, Pemkot Cirebon, Pemkot Solok, Pemkot Medan, Pemkot Banjarbaru, Pemkot Ambon, Pemkab Bulukamba, Pemkab Kendal dan Pemkot Sukabumi.

Dihadapan para juri, Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan bahwa aplikasi layanan aduan SAMBAT Kota Malang hadir sebagai bentuk komitmen dan memberikan ruang bagi terbangunnya nilai-nilai partisipatoris, transparansi serta akuntabilitas.

“Semakin besar peran publik dalam mencermati kebijakan dan kegiatan yang dijalankan Pemkot, akan semakin mengasah kualitas pelayanan publik yang diberikan,” ujar Sutiaji.

Baca Juga: Kepala BP2D Kota Malang Harap Pengusaha Jadi Contoh Masyarakat

Tak hanya itu, Sutiaji juga membeberkan rencana pengembangan pelayanan sistem layanan aduan yang bersifat direct ke perangkat daerah.

“Nanti mesin yang akan mengarahkan. Begitu aduan masuk, tidak perlu lagi menunggu operator mendistribusikan. Tapi secara computerize akan memberikan notifikasi kepada perangkat daerah dan pimpinannya,” pungkasnya.


Reporter: Rosita Shahnaz
Editor: Raka Iskandar

Loading...