Walikota Malang H Sutiaji memberikan sambutan di acara Serah Terima Jabatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang (istimewa)
Walikota Malang H Sutiaji memberikan sambutan di acara Serah Terima Jabatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang (istimewa)

MALANGTODAY.NET Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang akhirnya memunyai pemimpin baru setelah sempat mengalami kekosongan sejak tahun 2016. Pengukuhan Serah Terima Jabatan pemimpin resmi tersebut digelar di Harris Hotel and Convention, Senin (14/1/2019).

Setelah sebelumnya Dudi Herawadi menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Malang dan berakhir sekitar bulan November 2016. Kini, estafet kepemimpinan BI Malang dilanjutkan oleh Azka Subhan. Namun, sebelum Azka Subhan resmi menjabat atau selama masa transisi terjadi, jasa Jaka Setiawa tidak boleh dilupakan. Pasalnya Jaka-lah yang menduduki kursi pimpinan tersebut.

“Pimpinan ini (Azka Subhan, red.) sudah mengenal di daerah, semoga survivenya lebih cepat dalam mengembangakan ekonomi di daerah,” ujar Deputi Bank Indonesia, Sugeng.

Sugeng juga menyampaikan bahwa di dalam negeri masih banyak hal-hal yang perlu dibenahi. “Ini yang menjadi tantangan lebih berat (saat ini, red.),” jelasnya.

Melihat itu, beliau menejelaskan masalah yang terjadi di tahun 2018 yang sempat mengakibatkan rupiah mencapai angka 15 ribu. Harapanya itu menjadi bahan refleksi untuk lebih baik lagi.

“Tahun 2018 menjadi tahun yang berat karena pengaruh Amerika dan China yang bersitegang masalah perdagangan. Akibatnya, rupiah mengalami penekanan sampai 15 ribu. Namun, BI mampu mengendalikan itu semua dengan membuktikan kestabilan inflasi,” ujarnya dalam sebuah sambutan.

Tak lupa, Sugeng juga mengucapkan terima kasih kepada Dudi Herawadi dan Jaka Setiawan karena telah membuat banyak perubahan bagi perekonomian, khususnya Kota Malang.

Dalam kesempatan itu juga, Walikota Malang H. Sutiaji turut hadir. Beliau mengucapkan terima kasih kepada BI Malang karena telah menjalankan tugas dan perannya dengan baik.

“Pemerintah mengucapkan ribuan terima kasih,” ujar pria nomor wahid di bumi Arema ini.

Beliau juga berharap ke depan Kota Malang ini bisa menjadi kota yang baik, terutama dari segi managemen pembelanjaan keseharian. Mengapa demikian? Melihat banyaknya pendatang yang studi di Malang, membuat terjadinya akulturasi budaya. Sehingga bukan tidak mungkin Kota Malang mengalami perubahan di berbagai lini.

Melihat itu, Sutiaji ingin terus memperkuat hubungan dengan berbagai pihak, termasuk BI.

“Alhamdulillah terus kita bergandeng bersama-sama, kerja bareng BI dan OJK ini terus-menerus insya Allah akan membuatkan sesuatu yang baik,” ucapnya.

Beliau mengharapkan semua pihak, termasuk peran perguruan tinggi dan steakholder juga turut ambil bagian.

“Inilah ke depan yang kami harapkan Kota Malang atau kota-kota yang lain akan menjalankan aktivitasnya dengan baik, yang Insya Allah kami terus bergandeng tangan,” terangnya.

Peran BI menjadi penting, mengingat adanya perubahan masyarakat Kota Malang yang semakin meningkat, BI mampu mengendalikan inflasi di bumi Arema ini.

“Selama ini pantauan perwakilan BI sesuai tugas dan peran untuk bagaimana menjaga potensi dengan bagus, bagaimana inflasi utamanya di Kota Malang; Malang Raya, terkendali dengan baik,” ujarnya.

Selamat Pak Azka Subhan atas jabatan barunya. Semoga ke depan, Malang semakin baik dan baik lagi. (BAS/HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.