Melalui Seni, Dua Pelukis Senior Asal Malang Melakukan Dakwah
Amin dan hasil karyanya di tempat pameran Indonesia Art Festival di Gedung DPRD Kota Malang (Arbi)

MALANGTODAY.NET Indonesia Art Festival memasuki hari kedua pameran seni yang digelar di Gedung DPRD Kota Malang. Festival ini melibatkan beberapa seniman, di antaranya Amin dan Sudri yang merupakan pelukis senior asal Malang. Bagi mereka melukis bukan hanya seni, melainkan juga media untuk berdakwah.

Amin menceritakan bagaimana ia berkecimpung di dunia seni. Hingga akhirnya ia menjadikan seni sebagai media untuk berdakwah.

“Saya melukis sejak kecil. Mungkin karena bakat alami, kemudian saya belajar terus meskipun tidak masuk pada sekolah khusus,” ungkap Amin kepada MalangTODAY, Selasa (05/02/2019) siang.

Dalam perjalanan waktu, Amin mengaku semakin tertarik untuk melukis kaligrafi. Media yang digunakannya ialah batik. Baginya melukis kaligrafi menunjukkan unsur islami dan sarana untuk berdakwah.

“Saya memakai batik karena mau menunjukkan unsur budaya indonesia sendiri. Sementara kaligrafi ini agar orang mudah memahami firman Tuhan lewat seni,” tambahnya.

Di samping itu, Sudri menceritakan bahwa awal ia melukis berawal dari rasa kagum akan keindahan.

“Kita kalau ke mana-mana pasti kita mengagumi sesuatu, entah itu alam, pengalaman atau pun realitas sosial. Saya kalau ke mana-mana seperti ke pasar atau tempat umum saya biasanya melukis,” ujar sosok yang biasa disapa Pak Sketsa itu.

Bagi Sudri, melukis adalah bagian dari hidup. Maka, kalau itu dilakukan dengan keyakinan penuh pasti bisa terwujud. Dari hal itu, beliau mengharapkan agar anak muda mampu menggali potensi dalam diri dan bisa mengedukasi orang melalui seni.

“Kita semua harus yakin dengan potensi di dalam diri dan hendaknya punya kekaguman akan sesuatu hal. Dari hal inilah kita belajar. Pertama-tama untuk diri sendiri kemudiam diwartakan kepada sesama,” pungkasnya. (ARB/HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.