Pedagang Pasar Blimbing Kembali Minta Kejelasan ke DPRD Kota Malang
Pasar Blimbing Malang @MalangTODAY/ Istimewa

MALANGTODAY.NET – Polemik pembangunan Pasar Blimbing di Kota Malang masih terus bergulir. Jika belum lama ini pedagang mengeluhkan kondisi pasar relokasi yang tak layak, maka pada Kamis (14/12) para pedagang kembali meminta kejelasan dengan mendatangi Ketua DPRD Kota Malang.

Koordinator Pasar Blimbing, Kamad mengatakan, pedagang saat ini masih menunggu keputusan final dari pihak investor dan juga pemerintah terkait dengan rencana pembangunan pasar tersebut. Karena sebelumnya, pedagang sempat diberi janji bahwa pembangunan akan segera dilaksanakan secepatnya.

“Katanya kalau pedagang sudah setuju akan dibangun, lha ini kapan. Kami nggak hanya butuh janji, kapan ini mau turun ke lapangan?,” terangnya pada wartawan.

Dia pun menuntut, agar relokasi ke tempat penampungan sementara segera dilakukan. Sehingga, pembangunan pasar bisa lebih dipercepat lagi. Karena sebelumnya, block plan dan set plan yang telah direncanankan menurutnya telah disetujui oleh pedagang.

Sementara itu, kuasa hukum PT KIS yang merupakan investor pembangunan Pasar Blimbing, Abdul Salam menyampaikan, pembangunan masih akan dilaksanakan. Sehingga, kepastian pembangunan itu akan disampaikan ke pihak dewan untuk lebih mencari kejelasannya.

“Yang jelas PT KIS akan melakukan pembangunan, tapi tetap harus dicari tahu kejelasannya,” tambahnya.

Berdasarkan perjanjian kerjasama, lanjutnya, pemerintah harus menyerahkan tanah kosong terlebih dulu kepada pihak investor. Sehingga, setelah itu dapat dilakukan pembangunan pasar seperti yang telah direncanakan. Sebelum proses itu disetujui, maka pembangunan pun masih belum dapat dilakukan.

Proses pembangunan Pasar Blimbing ini sendiri memang terbilang berbelit. Sejak tujuh tahun lalu, pembangunan pasar telah dirancanakan, namun belum juga direalisasikan sampai sekarang. Beberapa kendala berkaitan dengan set plan dan block plan yang sempat mendapat penolakan dari pedagang. Kemudian berlanjut pada tempat relokasi pasar yang dinilai sangat tidak layak.

Loading...