Ilustrasi pasar takjil Sulfat @MalangStrudel

MALANGTODAY.NET – Pedagang Pasar Takjil Soehat Kota Malang bertemu langsung DPRD Kota Malang untuk meminta solusi atas peniadaan Pasar tersebut berdasarkan penolakan RW 16 dan imbauan penutupan oleh Pemerintah Kota Malang, Rabu (9/5/2019).

Sebagai pedagang yang biasa berjualan di pasar tersebut, Didik Maulana menjadi utusan untuk menyampaikan aspirasi para pedagang kepada DPRD Kota Malang. Ia mengungkapkan pertemuan hari ini dengan DPRD untuk meminta agar para pedagang diberi ijin untuk berjualan kembali dan mencari jalan keluar seandainya ditiadakan.

“Kita intinya minta jualan lagi. Soalnya kita sudah bertahun-tahun dan tempatnya sama. Kalau Satpol PP kemarin lusa itu datang. Kita menghormati, kita tidak memakai badan jalan. Cuman sama warga RW 16 diprotes. Kita sebenarnya kepepet, ini masalah perut,” ungkapnya usai bertemu DPRD Kota Malang.

Diceritakan Didik bahwa kemarin, Selasa (8/5/2019) pihaknya melakukan mediasi dengan warga RW 16, kemudian bersepakat tidak akan berjualan sebelum ada pertemuan kembali dengan warga.

Tak hanya itu para pedagang pun telah bertemu dengan lurah setempat untuk meminta solusi terbaik. Itu pun tidak memberikan jawaban tuntas bagi para pedagang.

“Kita menghargai dan menghormati sekali warga RW 16,” tuturnya.

Didik pun mengakui jika pedagang disuruh bergeser atau berpindah sebagai solusi akhir dari permasalahan tersebut, pihaknya akan menuruti. “Karena kita butuhnya untuk jualan terus. Harapannya ketika nanti digeser. Kita nurut aja yang penting bisa jualan,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D dari Fraksi PDI Perjuangan, Sugiono membenarkan bahwa warga RW 16 memang menolak karena adanya kendala akses masuk jalan. Kemudian ada pernyataan sikap dari Wali Kota Malang, Sutiaji bakal menutup aktivitas pasar tersebut.

“Jadi yang paling penting harusnya ada pertemuan antara warga RW 16 dengan para pedagang yang ada. Karena para perwakilan dari RW 16 ini belum bisa hadir tadi kita telpon untuk bisa datang ke sini,” pungkasnya.

Sugiono pun mengharapkan ada solusi atas masalah ini. Baginya, jika tak ada lagi solusi untuk berjualan maka akan dikembalikan ke pihak terkait.

“Kita dewan ini cuman memfasilitasi, menampung semua aspirasi. Kalau memang mentok karena itu juga melanggar Perda,” tambahnya. (ARB/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.