Begini Perseteruan Taksi Online vs Taksi Konvensional di Kota Malang
Aksi turun jalan para sopir angkot di Kota Malang menuntut penutupan transportasi online (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang ngotot agar transportasi online, terutama Go-Jek untuk ditutup dan dihapuskan. Apabila tidak, Organda siap menempuh polemik ini sampai pada jalur hukum.

Perwakilan sopir angkutan umum, Eddy mengatakan, pihaknya sudah sangat jenuh apabila masih saja terus berlangsung proses audiensi. Sebab tuntutan Organda sejak awal adalah menutup operasi angkutan berbasis online, bukan hanya sekedar membagi zonasi.

“Zonasi itu tidak adil, mereka angkutan online masih terus turun di lapangan, dan kami sangat keberatan,” terangnya, Senin (6/3).

Menurutnya, semenjak ada kesepakatan zonasi pada akhir Februari lalu, pengusaha transportasi berbasis online masih terus beroperasi. Mereka memilih mengambil penumpang di beberpa titik yang dirasa aman dengan tidak mengenakan seragam.

Selain itu, tambahnya, transportasi online yang tak berpegang tanpa regulasi cenderung beroperasi dengan sangat bebas. Wilayah yang mereka tempuh tidak ada dalam peraturan, termasuk tarif yang jelas membuat persaingan antara transportasi online dan konvensional tidak sehat.

“Kami sangat dibatasi dengan peraturan, online tidak, dan enaknya lagi mereka tak membayar pajak,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Malang, Hadi Santoso menambahkan, penghapusan terhadap transportasi online tidak bisa dilakukan begitu saja. Sebab transportasi berbasis IT tersebut saat ini sudah dalam kajian dan ada regulasi dari Kementerian Perhubungan yang masih dalam masa uji publik.

“Tapi yang bisa kita lakukan sekarang adalah menyampaikan pendapat Anda dilapangan untuk disampaikan ke Kementerian Perhubungan dan pemerintah pusat,” urai Hadi.

Pria berkacamata ini juga menyampaikan, pernyataan sikap tegas kepada pemerintah pusat juga sangat mungkin dilakukan oleh pemerintah Kota Malang. Dengan catatan, harus ada tuntutan yang jelas yang dapat ditindak lanjuti.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

1 COMMENT

  1. La, gimana lagi ini jaman dah maju… klo gak mau ikuti zaman, berarti gak mau maju dong… Berarti kita ketinggalan.nah klo dah tertinggal kita sama aja deket dg kebodohan dan kebodohan sangat dekat dg kemiskinan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here