Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019 Bekuk 21 Tersangka
Kasat Reskoba Polres Batu AKP Subijanto saat Press Release, Senin di Mapolres Batu, Jalan AP lll Katjoeng Permadi, Kecamatan Junrejo, Kota Batu (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Polres Batu berhasil mengungkap 14 kasus melalui Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019. Operasi yang dilaksakan selama 12 hari ini berhasil meringkus 21 orang yang diduga sebagai pengedar, pengguna dan kurir Narkoba.

Kasat Reskoba Polres Batu AKP Subijanto membeberkan perihal operasi tumpas narkoba ini yang dilaksanakan sejak 26 Januari hingga 6 Februari 2019 dan polisi
berhasil meringkus 21 tersangka baik pengedar maupun pengguna narkoba di wilayah hukum Polres Batu.

“Empat orang merupakan residivis itu, dari 21 tersangka dua di antaranya adalah wanita,” pungkas Subijanto saat Press Release, Senin (11/2/19) di Mapolres Batu, Jalan AP lll Katjoeng Permadi, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Operasi ini, lanjut Subijanto berawal dari informasi masyarakat di wilayahnya masing-masing yang merasa resah dengan ulah dari beberapa warga yang memakai dan mengedar narkoba.

“Dari informasi ini kemudian anggota kami (polisi) menindaklanjutinya,” paparnya

Subijanto juga mengungkapkan, dari 21 tersangka 2 tersangka merupakan ibu rumah tangga. Semua tersangka terbukti menjadi pengedar, pengguna dan kurir. Saat ini polisi juga telah mengamankan semua barang bukti.

“21 tersangka yang sudah kami amankan ini dari hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019 adalah merupakan tangkapan dari jajaran Polres Batu dan juga Polsek Junrejo, Polsek Bumiaji dan Polsek Kasembon. Operasinya yang dilakukan selama 12 hari,” pungkasnya.

Dari Operasi, tambahnua terdapat 1 barang bukti (BB) yang diamankan polisi di antanya ribuan pil koplo (pil doble L) dengan tersangka AY alias Dewa, sebuah kartu ATM, dua Hp dan sabu-sabu dengan tersangka S, kemudian sabu dan alat hisap dengan tersangka RS alias Gembel dan AJ alias Anggi.

“Polisi juga mengamankan 2 Hand phone, sabu dan seperangkat alat hisap dan uang hasil transaksi dengan tersangka SW alias Pika, AG Dan DK,” tambahnya

Akibat perbuatannya itu, 21 orang pelaku terjerat Undang-undang nomor 35 tahun 2009, yakni tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara, empat hingga 10 tahun.

Dari hal itu, Subijanto menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan diwilayah masing-masing jika ditemukan ada sesuatu yang mencurigakan atau perbuatan yang melanggar hukum.

“Kalau ada perbuatan yang melawan hukum, seperti penyalahgunaan narkoba agar sesegera mungkin untuk melaporkan ke pihak yang berwajib,” tuturnya.

Meskipun demikian, pihaknya akan tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahayanya penggunaan narkoba, sekaligus sebagai pencegahan penggunaan narkoba. (ARB/KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.