Aksi pengecatan kembali Jembatan Kahuripan Twitter @San_Rocky
Aksi pengecatan kembali Jembatan Kahuripan Twitter @San_Rocky

MALANGTODAY.NET – Aksi vandalisme yang diduga dilakukan oleh sekelompok Anarcho pada Minggu (1/5/2019) di Jembatan Kahuripan, Kota Malang seketika menjadi perhatian warga. Mereka banyak yang menyayangkan aksi tidak terpuji tersebut.

Di saat banyak yang menyanyangkan adanya aksi tersebut, komunitas Malang Musik Bersatu Indonesia justru memberi respon yang berbeda. Mereka langsung melakukan aksi pembersihan coretan di dinding jembatan.

“Kami pantau di media sosial masyarakat cenderungnya mencari orangnya. Kalau saya mencoba mencari aksi yang lain,” ujar Herman Wijaya dilansir dari Kompas.com (2/5/2019).

Aksi ini tidak lain merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka terhadap Kota Malang termasuk cagar budaya di dalamnya. Sebagaimana diketahui, Jembatan Kahuripan termasuk dalam 32 cagar budaya yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Malang pada tahun 2018.

Sebab sudah menjadi bangunan cagar budaya, pelaku bisa dikenai hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Cagar Budaya.

“Ini aksi spontanitas kami yang ingin cagar budaya di Kota Malang tetap terjaga dan dilestarikan. Sebelumnya, jembatan masuk cagar budaya ini jadi sasaran aksi negatif kelompok tertentu bersamaan dengan May day,” terangnya dilansir dari Detik.com (2/5/2019).

Selain itu, mereka juga tidak seketika melepas identitas. Kumpulan dari para musisi ini juga sempat bermain musik di jembatan tersebut.

“Komunitas kita adalah musik. Secara pergerakan kita tidak hanya di musik. Aksi sosial dan amal juga kita sering lakukan. Apalagi hubungannya dengan cagar budaya kami sangat peduli,” pungkasnya. (AL)

 

 

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.