Muncul Istilah Pokir, Pelicin Penganggaran APBDP 2015 Kota Malang
Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Wiwik Hendri Astuti ketika usai menjalani pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus MAW (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Istilah ‘pokir’ atau pokok pikiran tiba-tiba saja muncul dalam proses penyidikan yang dilakukan KPK di Kota Malang. Istilah itu diduga digunakan sebagai pelicin dalam penganggaran APBDP 2015 Kota Malang.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menyampaikan, dalam proses penyidikan yang dilakukan di Polresta Malang pada Rabu (18/10) ini, para penyidik sengaja mendalami proses pembahasan hingga pengesahan APBD-P TA 2015. Termasuk indikasi penerimaan uang terkait dengan pembahasan anggaran tersebut.

“Diduga ada penggunaan istilah uang ‘Pokir’ (Pokok Pikiran) agar proses pembahasan APBD-P tersebut berjalan lancar. Apakah ada pihak penerima lain juga akan didalami,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp pada wartawan, Rabu (13/10).

Menanggapi adanya istilah tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Zainuddin menyampaikan, jika istilah Pokir merupakan hasil pokok pikiran yang diperoleh setelah anggota dewan melakukan reses. Di mana sebagaimana ketentuan hukum, ‘Pokir’ memang diperbolehkan dalam menjalankan sebuah program.

“Program yang dijalankan itu berasal dari tiga hal,” kata pria berkacamata itu.

Ketiganya adalah program usulan dari musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang), kedua merupakan program yang dihasilkan sendiri oleh pemerintah daerah, dan ketiga merupakan ‘Pokir’, yaitu program yang diusulkan anggota dewan setelah melakukan reses langsung dalam pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Wiwik Hendri Astuti dan Rahayu Sugiarti. Mereka menyebut jika tidak ada penggunaan istilah ‘Pokir’ sebagaimana yang diduga oleh pihak KPK. Karena istilah ‘Pokir’ selama ini digunakan untuk program yang digunakan setelah reses.

“Dan jembatan Kedungkandang itu program Pemerintah Kota Malang, bukan dari hasil Pokir,” terang Rahayu.

“Tadi nggak ditanyai tentang Pokir kok, semua tentang APBDP 2015, sama dengan sebelum-sebelumnya,” pungkas Wiwik. (Pit/end)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here