Romahurmuzy dan Reformulasi Sanksi Korupsi di Indonesia, Pemkab Malang Petik Pelajaran dari Kasus Korupsi Kota Malang, Jadi Tersangka, Eddy Rumpoko dalam Bayang-bayang 20 Tahun Penjara
Ilustrasi koruptor tertangkap KPK@MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Korupsi laksana candu yang setiap hari diberikan kepada masyarakat Indonesia. Kabar melalui media televisi, sosial media (medsos), hingga perbincangan sopir angkot saban waktu selalu terkait masalah korupsi.

Kondisi ini tentunya membuat geram Bibid Samad Rianto, Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK). Dalam helatan di Universitas Islam Malang (UNISMA) disampaikan, masalah korupsi di Indonesia telah menggurita dan tidak akan selesai jika moral pemimpin tidak benar.

“Kalau masih mementingkan dirinya sendiri, memperkaya dirinya sendiri ya, saya kira tidak akan selesai masalah ini, jadi moral itu yang harus diperbaiki,” katanya saat ditemui oleh MalangTODAY.

Mantan ketua (KPK) yang sekaligus dipercayai sebagai ketua Satgas Dana Desa juga mengungkapkan bahwa penyebab lainnya dalam masalah korupsi khusus Dana Desa adalah mengenai regulasi yang dibentuk oleh pemerintah, berpotensi untuk dilakukannya kecurangan.

“Regulasi yang tidak sinkron dan regulasi yang membingungkan itu, saya kira juga mempengaruhi dalam timbulnya tindakan ini,” katanya

Penelusuran akan kecurangan dari regulasi yang diterapkan tersebut penting untuk dilakukan, sehingga ditemukan perbuatan konkrit yang dilakukan serta bukti akan adanya kasus korupsi.

“Kalau kita hanya mengira-ira, loh kepala desa ini kemarin naik sepada kok sekarang pake mobil. Kayak gitu kita gak bisa ngapa-ngapain, korupsi itu perlu ada tindakan nyata dan bukti bukan mengira-ngira,” tuturnya.

Selain regulasi, ada pula masalah lain yang disebut dengan kemampuan aparat. Kemampuan dari aparat pengelola Dana Desa sangat diperlukan, adanya kerjasama antara kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pendamping desa yang berasal dari kemendes sangat diperlukan di sini.

“Kalau kemampuannya tidak (baik), terutama tentang teknis, katakanlah soal infrastruktur misal pembangunan jembatan, kalau lemah dalam perhitungan dana pembangunan maka korupsi akan hadir di situ,” katanya. (Sem/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.