Siswa 'Disetrum', Pemkot Malang Bakal Beri Sanksi Berat
ilustrasi @covesia

MALANGTODAY.NET – Seorang wali murid SD Negeri Lowokwaru 3, Kota Malang mengaku anaknya disetrum oleh kepala sekolah. Kejadian itu diakui baru diketahui setelah mendapatkan laporan dari teman-teman sekolah anaknya.

“Awalnya saya tidak tahu kalau anak saya mengalami itu. Saya tahunya waktu menjemput dia ke sekolah, kemudian teman-temannya menghampiri saya dan bilang kalau anak saya habis disetrum oleh kepala sekolahnya,” kata AT, orang tua korban beberapa saat lalu.

Atas laporan itu, AT langsung menanyakan pada anaknya RA (13) untuk mengetahui kebenarannya. Kemudian hal itu langsung ditindaklanjuti orang tua dengan menemui yang bersangkutan, dalam hal ini kepala sekolah.

“Kejadian itu disampaikan tanggal 26 April. Kemudian saya tanyakan ke anak saya, awalnya dia tidak mau bilang, tapi akhirnya mengaku. Saya langsung menemui kepala sekolah tanggal 27 April,” ungkapnya, Senin (1/5).

Dari hasil pertemuan itu, ia mendapatkan surat tertulis bahwa yang bersangkutan tidak akan mengulanginya kembali. Isi surat tersebut tertera bahwa kepala sekolah sedang mengadakan terapi listrik namun tidak konfirmasi kepada orang tua.

“Pernyataan itu dibuat saat saya datang ke sekolah tanggal 27 April. Waktu disetrum anak saya sempat terpental dan mengeluarkan darah pada bagian hidung,” jelasnya.

Selain menimpa RA, kejadian itu diketahui juga dialami oleh MK, MZ dan MA yang juga duduk dibangku kelas 6. Atas kejadian ini, belum ada konfirmasi dari pihak sekolah karena hari ini masih libur peringatan Hari Buruh Nasional.(yog/idm)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here