Wali kota Malang, Sutiaji dan wakilnya, Sofyan Edi bersama para lansia (Bob)
Wali kota Malang, Sutiaji dan wakilnya, Sofyan Edi bersama para lansia (Bob)

MALANGTODAY.NET – Wali Kota Malang Sutiaji perhatikan para lansia dengan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan tema lansia hari ini, Selasa (12/02/2019). Dalam acara tersebut turut hadir pula, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi.

Edi mengatakan kegiatan ini adalah yang pertama kali diadakan di Kota Malang. Nantinya, hasil dari Musrenbang tersebut akan menjadi acuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Malang 2020.

“Sebelumnya, tidak ada Musrenbang lansia ini. Ini pertama kalinya dan di era pak Sutiaji,” ujar Edi yang juga sebagai Kepala Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Malang.

“Musrenbang ini akan menjadi evaluasi bagi pemerintah dan akan dituangkan RKPD nantinya. Jadi aspirasi yang masuk kami akan menjadi kota yang ramah lansia,” tambah politikus Golkar tersebut.

Terpisah, Sutiaji mengatakan, tujuan diadakannya Musrenbang bertema lansia ini karena ia ingin menampung aspirasi para lansia untuk menjadikan kota Malang sebagai Kota Layak Lansia.

“Memang kami masih belum bisa memenuhi semuanya apa yang diinginkan teman-teman lansia. Untuk itu diadakannya tematik lansia ini agar seperti sebelumnya sudah didengungkan kota Malang menjadi kota layak lansia,” jabar mantan wakil wali kota itu.

Menurut Sutiaji, salah satu upaya dalam menjadikan Kota Bunga sebagai Kota Layak Lansia adalah dengan membangun infrastruktur taman untuk lansia. Selain itu, Pemkot Malang nantinya juga akan mengevaluasi tentang asupan gizi bagi lansia yang masih dirasa kurang.

Bukan hanya itu, untuk menjadikan kota yang ia pimpin layak lansia, politisi Partai Demokrat ini juga ingin membangun Posyandu lansia.

“Nanti posyandu kan banyak untuk anak. Nanti kita gerakkan untuk lansia,” kata pria asal Lamongan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, bapak empat anak ini juga mengatakan, ia ingin meningkatkan harapan hidup di kota Malang yang sebelumnya 72 tahun menjadi 75 tahun. Jika berhasil meningkatkan harapan hidup, imbuhnya, ini menunjukan kesuksesan suatu kota. Sebab, kota tersebut bisa menjaga keberlangsungan hidup warganya hingga lanjut usia.

“Karena apa? karena ini menunjukan suatu kota sukses menjaga kontinuitas warganya,” pungkasnya.

Baca Juga  Maria Purbowati Ajuhkan Penangguhan, Kapinum: Sudah Pernah dan Ditolak

(BOB/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.