Mensos Kaget Dengan Wajah Baru Desaku Menanti
Kunjungan Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa ketika berkunjung ke Desaku Menanti Kota Malang (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Setelah diresmikan pada pertengahan tahun lalu Desaku Menanti yang bertransformasi menjadi Kampung Wisata Topeng itu terus memoles diri. Pemerintah pun optimis, kemandirian warga akan segera terealisasi.

Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa yang hari ini secara khusus berkunjung pun menyampaikan pujian atas peningkatan yang ditunjukkan warga Desaku Menanti.

Karena dengan konsep kampung wisata, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berkunjung.

“Maret tahun lalu saya datang untuk peletakan batu pertama, kini setelah satu tahun ternyata perkembangannya luar biasa dan saya senang,” ujar perempuan berhijab ini.

Dia juga berpesan, agar perputaran ekonomi dapat digerakkan dengan maksimal. Sebab setiap weekend, data yang dimiliki menyebutkan bahwa sekitar 100 wisatawan yang datang untuk berkunjung.

“Setidaknya, tiga tahub sudah mandiri ya bapak dan ibu,” urai Khofifah.

Sementara itu, Wakil Walikota Malang, Sutiaji dalam sambutannya mengatakan, kampung wisata topeng di Desaku Menanti sudah siap mandiri.

Saat ini, lanjutnya, di bawah pengawalan oleh Dinas Sosial, pemerintah terus berupaya agar Desaku Menanti dapat terus eksis. Selain itu juga diharapkan menjadi ikon baru untuk menarik banyak kalangan datang ke desa yang berada di daerah Baran ini.

“Termasuk kami juga sudah menjalin kerjasama dengan beberapa stakeholder untuk mengembangkan daerah Desaku Menanti,” katanya.

Tak hanya itu, Sutiaji juga menyampaikan, salah satu keluhan yang menjadi kendala adalah terkait dengan aliran listrik. Sementara pemerintah sudah berupaya untuk memanfaatkan subsidi bagi setiap rumah tangga.

“Kami sudah sampaikan ke pihak PLN, dan akan segera direalisasikan,” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, pendampingan per keluarga dengan ikatan akuntan muda Ibdonesia juga sudah dilakukan. Salah satunya dalam meningkatkan pemasaran hasil produksi yang dibuat oleh warga yang ada di Kampung Topeng ini.

“Untuk infrastruktur memang masih menjadi kendala dan saat ini terus kami upayakan. Harapannya, setelah tiga tahun sudh bisa membeli rumah dan menjadi mandiri,” pungkasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here